SECERCAH HENING
Sabtu, 26 November 2022
Luk 21 : 34-36
“Menjaga Hati”
Belajar menyelami keindahan,
Terpeluk oleh dahsyatnya harapan,
Terpana oleh suluh kebenaran,
Belajar indahnya kehidupan.
Kebuntuan temukan jalan,
Terhindar dari liukan kebohongan,
Titian senja tuai pujian,
Tumbuhkan tunas harapan.
Hati adalah tempat segala perasaan batin berlabuh dan sekaligus tempat menyimpan pengertian serta penerimaan. Kebahagian sering terletak di hati. Hati seringkali memberi mendorong untuk melakukan tindakan tertentu. Hati yg kuat seringkali memberi daya atau pantulan energi yang kuat. Jika hati bahagia maka vibrasinya akan membawa suasana yg nyaman, bawaannya riang dan positif. Sebaliknya hati yg berduka atau marah, akan menimbulkan vibrasi yg kurang nyaman. Untuk memasuki masa adven sebagai masa khusus Yesus mengajak kita berjaga jaga. Yg pertama tama harus dijaga adalah hati, karena secara manusiawi hati manusia itu rapuh. Maka agar hatinya terjaga perlu disertai doa doa yang kuat. Sebagaimana Sabda hari ini :
” Berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa. Supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yg akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak manusia”.
Mengimani Tuhan Yesus tanpa menjaga hati, akan jatuh pada penghayatan iman yang kering, kosong dan tandus.Ia akan jatuh pada rutinitas praktek iman yg kaku dan kering. Menjaga sangat penting, agar kita mudah peka mengalami sentuhan-sentuhan kasih Allah dalam hidup. Hati yang lemah lembut menjadi pintu gerbang yg lebar bagi hadirnya kelembutan kasih Allah yg memeluk dan menghangatkan iman akan Allah. Dengan hati yg dijaga membuat kita mudah untuk berelasi dengan Tuhan dalam kelembutan rasa baik lewat doa sebagai bentuk maupun sebagai sikap. Relasi dengan Tuhan dari hati yg mendalam membuat kita mengalami bahwa Allah sungguh memgasihi kita tanpa batas. Bahkan dosa dan kerapuhan kita tak lagi menghalangi hubungan yg intim dengan Allah. Buahnya sering membuat kita kuat menghadapi aneka goncangan kehidupan, kesulitan, keraguan dan aneka masalah yg akan terjadi. Marilah kita menjaga hati kita agar sefrekuensi dengan hati Allah. Supaya kita layak mengalami dan memasuki jalan penyucian melalui masa adven yang akan segera tiba. Agar hati kita makin subur dan teduh perlu di rawat dengan doa doa yg kuat supaya kita bisa menyelami romantisme hubungan Allah yg makin menyejukkan. Letakkanlah hati dalam hati Allah, maka hidupmu akan penuh damai senantiasa.
Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, menimba daya kepenuhan kasih Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar membuahkan gaya hidup yg baik.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah kujalani sebagai perwujudan dari nilai imanku yg menuntun pd kebaikan.
Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah menumbuhkan benih iman dan kebaikan dalam hidup kami, semoga berkat bimbingan-Mu, kami mampu mewujudkan buah-buah kebaikan. Demi kemuliaan Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
