Stay Connected

SECERCAH HENING
Minggu, 27 November 2022

Mat 24: 37-44

” Stay Connected”

Pergi di ujung hari,
Maknai hari dalam sepi,
Meneguk kelegaan di titian hari.
Lelahmu jadi saat segarkan hati.

Apa yg kita siapkan manakala kita akan pergi atau ada even besar dalam hidup ?. Hampir pasti keterhubungan atau stay connected dengan yg lain menjadi amat penting. Karena jaringan yg stabil didukung dengan provider yg kuat membuat komunikasi menjadi terjaga untuk memastikan kesiapan matang. Keterhubungan jaman ini bukan hanya fisik tetapi lebih lebih secara virtual.Kesiapan mental kita saat ini banyak ditentukan juga oleh keterhubungan atau stay connected yg stabil, kita menjadi pola hidup orang saat ini menjadi kelabakan manakala tak terhubung dengan yg lain atau hilang signal dan tanpa jaringan. Demikian juga dalam menyiapkan hari kedatangan Tuhan, kita butuh koneksitas, keteterhubungan yg mendalam dengan Tuhan. Seperti bacaan hari ini tidak panjang tetapi memuat kata berjaga-jagalah sampai 4 x. Kita diajak berjaga – jaga akan datangnya akhir jaman. Tiap orang memiliki waktu dan caranya berbeda untuk berjaga dalam menyambut datangnya hari dimana kuasa Tuhan dinyatakan. Semua orang tidak ada yg mengetahui bahkan detik ke depan akan hidupnya. Maka Matius melukiskannya penuh dramatis dalam 2 oase kehidupan yg kontras. Yang satu sisi digambarkan bahwa hari H nya seseorang dipersiapkan dengan berjaga Disisi lain seseorang tidur. Namun di ujung waktu kehidupannya itulah yg menentukan kebahagiaan sejatinya. Sisi yang mana yg akan kita pilih? Jawabannya adalah kehendak bebas masing-masing. Namun satu hal yg menarik adalah jalan mana yg dipuji bahagia dalam Injil tak lain adalah seseorang yg telah memaknai hidupnya dengan kesiapsediaan dengan senantiasa berjaga dan terhubung(stay connected) dengan tuannya. Yang dilukiskan dalam sabda….

” Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Kukatakan kepada semua orang berjaga-jagalah”

Tugas berjaga jaga bukan soal wajiban hidup saja, tetapi soal kesadaran bahwa tiap saat adalah saat yg baik untuk mengalami keterhubungan dengan Tuhan. Caranya ?Ibarat jaringan internet, butuh signal yakni iman kita, keterbukaan untuk mengandalkan kekuatan Tuhan dalam hidup, setelah ada signal kita masih butuh jaringan yakni cara kita terhubung bisa lewat wifi atau data. Cara kita terhubung kuat dengan Allah yakni doa, devosi, puasa,amal kasih,dan perayaan sakramen sakramen khususnya sakramen ekaristi. Apakah cara ini kita siapkan dengan baik, sebaik jaringan wifi kita ? atau data kita ? Apakah kita telah menjaga kestabilannya ? Jika sudah kapan kita akan siap terkoneksi ? Hanya saat duka ? Bahagia ? Atau sepanjang waktu hidup kita ?. Masa adven ini menjadi saat terbaik untuk memperkuat jaringan relasi kita dengan Tuhan, dan berjaga agar hidup kita tidak tertidur yakni hidup tanpa makna dan dinamika iman. Mari kita manfaatkan jaringan yg ada yakni doa, amal kasih dan perayaan sakramen menjadi sarana hidup kita makin matang, bahagia dan bermakna sebagai saat berjaga.

Contemplating
Hening…… Hadir penuh dihadirat Tuhan. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba hubungan kasih Tuhan. Biarkan Tuhan mengisi ruang batin kita seiring nafas kita.

Actuating
Membiasakan diri hidup dengan melatih keutamaan melalui doa, dan amal kasih.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hidup secara berkualitas seperti Yesus.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang damai, agar kami mampu membina diri secara berkualitas melalui aneka keutamaan yg mengarahkan kami untuk terus berjaga hingga kami boleh mengalami kebahagiaan sejati bersama Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *