SECERCAH HENING
Luk 9 : 43b-45
“P. I.”
Bergumul dalam titik batas,
Kebutaaan yg tak bisa diulas,
Jalan buntu yg sulit diretas,
Tenun harapan agar tetap waras.
KehendakNya adalah misteri,
Jalan buntu jadi saat tersuci,
Mencari dititik tersepi,
Percaya jd jawaban yg teruji.
….mungkin kita pernah heran, ilmu pengetahuan dan teknologi makin maju, banyak kemudahan dan perbaikan hidup meningkat. Namun manusia tetaplah tidak mampu mengatasi kegelisahan dirinya, kegagalannya, kerapuhannya, menakala berhadapan dengan kemahakuasaan Allah. Namun ketika manusia merasa tak sanggup dan iman jadi tumpuan, justru disitulah semua hal teratasi. Penyelenggaraan Illahi (PI) menjadi jawaban atas titik batas manusia.
Hal itu selaras dengan Injil hari ini:
Ketika semua orang masih heran karena segala yg diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia”.
Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka.
Heran,
tidak mengerti,
Makna tersembunyi
adalah 3 kata kunci yg menunjukkan bahwa kemampuan para murid sangat terbatas untuk bisa mengerti dan memahami kehendak Tuhan. Padahal mereka senantiasa hidup dan bersama dengan Yesus. Namun yg menjadi istimewa bahwa ketidakmengertian mereka tak secuilpun membatasi mereka untuk tetap boleh mengalami rahmat berlimpah dalam kebersamaan dengan Yesus. Banyak pengalaman para murid justru titik batasnya membuka peluang baru untuk mengalami kematangan hidup yg lebih dalam bersama Yesus. Hal inilah yg kita percaya sebagai penyelenggaraan ilahi. Bagaimana dengan pengalamanku? Seringkali tanpa kusadari ketidakmengertianku memahami kehendak Tuhan membuatku justru makin menjauh dari pengaruh Allah. Padahal pengalaman para murid telah menginspirasi kita, justru manakala kita terbatas dan kita tetap percaya dan berharap dengan iman yg kuat, disitulah penyelenggaraan ilahi bekerja. Dan hidup makin penuh. Yang diminta dari kita hanyalah untuk percaya. Jangan takut dan gelisah hatimu manakala aneka kesulitan dan beban hidup membawamu pada pengalaman titik batas. Seringkali saat itulah justru Tuhan sedang merenda kematanganmu. Maka tetaplah sabar dan percayakan pada penyelenggaraan Allah. Jangan jauhkan dirimu dalam jangkauan Allah.
Contemplating
Mari sejenak heningkan seluruh diri kita. Nikmati dan syukuri setiap tarikan dan hembusan nafas kita merupakan saat menimba kekuatan dan penyelenggaraan Allah.
Actuating
Pola hidup dan kebiasaan apa yg perlu kuubah agar makin percaya pada penyelenggaraan Allah.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman hidupku telah membuatku makin percaya pada penyelenggaraan ilahi.
Praying
Yesus yang baik, berilah aku hati yang senantiasa berpaut pada-Mu hingga hidupku makin diberkati dan senantiasa berada dalam keselamatan dan penyelenggaran-Mu. Demi Kristus Tuhan dan juru selamat kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
