SECERCAH HENING
Jumat, 16 Desember 2022
Yoh 5:33-36
“Percaya”
Tersapa dalam bayang kalbu,
Mengendus jiwa yang ragu,
Pancaindera diam membisu,
Menanti di tiap ujung waktu.
Kelembutan menyentuh titik rapuhku,
Membaharui ruang jiwaku,
Makin kurasa hadirMu di tiap waktu,
Percaya membuat segalanya baru.
Hati yg terbuka akan lebih mudah untuk mencinta dan percaya.
Dan kekuatan sebuah kepercayaan atau keyakinan akan mampu mengubah dunia.Pernahkah kita mempercayai seseorang sampai pada titik tertentu, hingga energi dan seluruh diri kita ikut diubah?.
Namun di sisi lain kita juga mungkin pernah tidak mempercayai seseorang hingga kita tak mampu melihat sesuatu yg dasyat dari padanya ?. Hal yg sama juga dialami oleh sebagian besar orang Yahudi yg dikisahkan dalam Injil hari ini. Hingga Yesus berkata:
“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, hingga firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yg diutus-Nya”.
Cuplikan sabda di atas menggambarkan ketidakpercayaan orang Yahudi terhadap kehadiran Yesus, hingga meski banyak mujizat dan tanda-tanda Allah hadirpun tak mengubah pandangan dan sikap mereka terhadap Yesus, puncaknya penyaliban menjadi bom waktu yg menunjukkan bahwa penolakan terhadap Yesus membawa kematian dan kebinasaan. Dan betapa ngerinya ketertutupan hati terhadap kehadiran Yesus.Namun betapa kedasyatan yg sama juga terjadi bagi yg percaya yakni lahirnya kebangkitan dan hidup baru. Inspirasi iman yg bisa kita petik. Pada sisi manakah sikap hati kita perpihak ? percaya dan membuka hati untuk kehadiran-Nya ?. Ataukah tidak percaya dan menutup pintu hati hingga kebinasaan terlebih dahulu menyambangi kita, baru kita bisa ‘move on’ dan bangkit untuk mempercayaiNya ?. Percaya atau ‘believed in Him’ itu mudah sekali jika dikatakan,tetapi betapa sulit jika hal itu semestinya menjiwai hidup kita. Supaya kekuatan kepercayaan pada Yesus menjadi energi yg menghidupkan. Maka Yesus meminta kita agar firman-Nya hidup dan menetap dalam hati kita. Semoga inspirasi Injil hari ini membuat kita makin percaya akan kuasa Allah, percaya tanpa syarat sebagaimana Ia mencinta tanpa syarat. Terutama pada situasi penuh kecemasan, dan kekalutaan saat ini, marilah kita tetap belajar percaya dan berserah diri. Setidaknya jika kita sudah kehilangan rasa percaya, marilah kita beri waktu dan energi kita untuk setia berdialog batin dengan Dia.Karena kuasaNya sesungguhnya sudah mendahului dari semua yg kita pikirkan, cemaskan, gelisahkan. Tinggal kita hanya diminta untuk percaya.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, hati dan budi kita agar beroleh damai untuk bisa menyelami kehadiran Tuhan.
Actuating
Pola hidup dan kebiasaan apa yg perlu kuubah agar firman Allah menetap dalam hati hingga kepercayaanku makin teguh.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dalam menghidupkan setiap krisis kepercayaan.
Praying
Bapa di surga, kami bersyukur atas anugerah-Mu yg mengundang kami untuk belajar makin percaya dan hidup menurut sabda-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
