Radikal

SECERCAH HENING
Kamis, 24 Oktober 2024

Luk 12: 49-53

Merajut rindu dalam damai,
Menapaki lorong sunyi dgn hati.
Mempertajam disposisi diri,
Memilih tuk memurnikan diri.

Pertentangan bukanlah dihindari.
Dipeluk tuk matangkan integritas diri,
Hingga damai khan singgah di hati.
Kelola konflik tuk pendewasaan diri.

Konflik yg paling hakiki adalah peperangan terhadap diri sendiri. Seperti yg terungkap dibalik Sabda Yesus dalam Injil hari ini sangat keras. Ia menantang para murid untuk miliki integritas dan ketegasan dalam. Hidup atau pilihan yg radikal. Yesus tidak menghendaki para muridnya hidup di daerah abu-abu atau suam suam kuku dalam mengambil sikap terhadap realitas hidup, sebaliknya harus memiliki ketegasan sikap Hitam atau putih. Maka dalam perjalanaannya Yesus tidak pernah menjanjikan hidup yang enak dan penuh damai, ketika orang hendak mengikuti-Nya. Tetapi seperti tertulis dalam sabda hari ini :

“Kamu menyangka bahwa, Aku datang untuk membawa damai di bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu. Bukan damai, melainkan pertentangan”.

Mengikuti Yesus secara penuh, total atau radikal menuntut kesanggupan dari para murid untuk berani membuat pilihan tegas yang kadang harus melawan arus, atau melawan trend atau yg paling sulit adalah harus berperang dengan diri sendiri. Misalnya trend pola hidup masa kini adalah menjadi orang kaya baru, yg ditempuhnya dengan menghalalkan segala cara, melalui manipulasi dan aneka manifestasinya, hidup terbius dan tersugesti dengan usapan dua jari maka semua yg diinginkan tiba. Budaya yg serba online membuat pola hidup makin praktis, pragmatis, serba cepat, dengan resiko tidak tahan proses yg lama karena semua bisa diakselerasi lewat applikasi.Bahkan kita juga tidak tahan lagi dengan aneka kerapuhan diri yg mengharap semua cepat berlalu, sakit penyakit dan aneka bentuk kerapuhan. Alhasil mudah depresi jika kematangan hidup, kedewasaan, kesembuhan membutuhkan proses. Sebagai pengikut Kristus kita harus siap memasuki situasi yg tidak ideal dan berani melawan gaya hidup yg manipulatif. Siap menyatakan ‘tidak’ untuk pratik hidup yg berlawanan dengan kebenaran dan kegiatan sejenisnya. Dengan pilihan sikap yg berani tersebut, kadang kita dihadapkan pada konflik horisontal dengan dengan diri sendiri, sesama atau bahkan anggota keluarga sendiri. Yesus tentu tidak bermaksud memisahkan para murid dari keharmonisan keluarga, tetapi jika keluarga dan orang-orang yg kita sayangi memisahkan kita dari perwujudan nilai-nilai dan visi Kristus, maka kitapun harus memiliki ketegasan dan integritas untuk tetap setia pada style hidup Yesus sendiri. Semoga dengan Injil hari ini kita makin disemangati untuk berani membuat pilihan sikap yg sesuai dengan jalan kebenaran dan kehidupan yg ditunjukkan Yesus. Yesus tidak menjanjikan hidup yg serba enak kepenak. Tetapi Ia berjanji akan memberikan kekuatan, kelegaan dan menyertainya sampai akhir jaman. Jangan takut untuk menerima dan memeluk aneka kerapuhan dan konflik dengan hati yg damai. Niscaya engkau akan dimatangkan untuk makin bertumbuh dalam keutamaan.

Contempating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali Allah yg menjamah dan menyertai kita.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin berani membuat pilihan tegas yg selaras dengan kebenaran iman.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin matang dan berkembang dalam integritas mengikuti Yesus.

Praying
Allah Bapa, ajariah kami memiliki hati yg teguh dan bersahaja agar makin berani membuat pilihan yang tegas terhadap situasi yg tidak selaras dengan kehendak-Mu dan jalan keselamatan kami. Demi Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *