Role Model

Memeras raga tiap waktu,
Keringat mengucur tanda setuju,
Totalitas lampaui kemampuanku,
Hingga hati makin terpaku.

Bahagia ada diujung waktuku,
Lelahku terhapus saat tersipu,
Terpesona oleh hadirMu,
Hingga senjaku bermakna baru.

Bacaan hari ini menggambarkan datangnya akhir jaman. Tiap orang memiliki waktu dan caranya berbeda dalam menyambut datangnya hari dimana kuasa Tuhan dinyatakan. Semua orang tidak ada yg mengetahui bahkan detik ke depan akan hidupnya. Maka Matius melukiskannya penuh dramatis dalam 2 oase kehidupan yg kontras. Yang satu sisi digambarkan bahwa hari H nya seseorang dipersiapkan dengan baik, tekun dan setia. Disisi lain seseorang tidak menggubrisnya dengan hidup serampangan. Namun di ujung waktu kehidupannya itulah yg menentukan kebahagiaan sejatinya. Sisi yang mana yg akan kita pilih? Jawabannya adalah kehendak bebas masing-masing. Namun satu hal yg menarik adalah jalan mana yg dipuji bahagia dalam Injil tak lain adalah seseorang yg telah memaknai hidupnya dengan ketekunan dan kesetiaan sebagai “role model” Yang dilukiskan dalam sabda….

“Berbahagialah hamba yg didapati tuannya melakukan tugasnya, ketika tuannya itu datang”.

Tugas yg dimaksud bukan soal kewajiban hidup saja, tetapi soal kesadaran bahwa tiap saat adalah saat yg baik untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Hal ini tidak mudah karena selama proses itu, berarti kita harus sanggup melawan ego kita sendiri dan berpihak demi egonya Tuhan. Contoh bekerja keras dengan tekun itu mengalahkan ego untuk santai dan malas-malasan atau kebiasaan menunda. Hal ini menjadi sebuah mati raga yg baik atau sebuah keutamaan.Dilakukan sampai tuannya datang, makna dari kesetiaan, karena kapan tuannya datang tidak berbatas waktu. Yang berarti terus-menerus. Jika tidak berubah oleh jaman, stereotipe orang katolik adalah:Orang yg jujur, tekun, bertanggung jawab dan setia. Hal itu terbentuk dari Sabda yg dipuji bahagia adalah bukan karena orang itu sukses, kaya, dan hebat, tetapi justru dibina dari makna hidup yg lebih dalam yakni penderitaan, kesetiaan, pengorbanan, ketekunan dan kerja keras. Semua itu belajar dari role model ulung yaitu Yesus sendiri yg tekun, bekerja keras tanggung jawab, setia dan total pada kehendak Bapa. Di sinilah letak kualitas hidupNya.Semoga Injil hari makin meneguhkan kita untuk rela mengalahkan ego dengan hidup makin tekun dalam aneka kebaikan, bekerja keras dan setia dalam segala keutamaan. Jangan takut menanggung dan memeluk lelahmu tiap waktu, hayati dengan tulus maka akan berbuah sukacita di tiap sudut senjamu.

Contemplating
Hening…… Hadir penuh dihadirat Tuhan. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba belas kasih Tuhan. Biarkan Tuhan mengisi ruang batin kita.

Actuating
Membiasakan diri hidup dengan melatih keutamaan melalui kerja keras,tekun dan setia.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hidup secara berkualitas seperti Yesus.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang damai, agar kami mampu membina diri secara berkualitas melalui aneka keutamaan yg mengarahkan kami pada kebahagiaan sejati.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *