Sang Waktu

SECERCAH HENING
Sabtu, 31 Desember 2022

Yoh 1:1-18

“Sang Waktu”

Sang waktu,
Ia hadir, ia berlalu,
Menyapu masa lalu,
Jati dirinya sbg penentu.

Sang waktu,
Slalu beri makna baru,
Perasan air mata pilu,
Jadi wajah baru.

Sang waktu,
Hingar bingar masa lalu,
Perjalanan pdakhir waktu
Sepi dlm balutan rindu

Kala malam berlalu,
Bersihkan wajah sendu,
Mendulang senja kelabu,
Perjalanan pd titik waktu.

Terima kasih pd Tuhanku,
Semua titian tlah berlalu,
Engkau ada dalam waktu,
Gapai yg baru tanpa ragu.

Hari ini waktu untuk bersyukur, bukan karena hal ini atau itu, tetapi saat merenda rahmat dalam titian waktu. Karena hidup kita sesungguhnya:

“Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikannya oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yg telah jadi dari segala sesuatu yg telah dijadikannya”.

Pada mulanya jelas kita tidak ada. Yang ada adalah Firman. Jika kita bisa seperti saat ini semata-mata karena Kasih Allah sebagai Sang waktu, memberi segalanya. Satu tahun ini apapun kisah yang telah terlukis dalam hidup kita, baik oleh rasa kehilangan, duka, kecemasan yg panjang akibat wabah dengan aneka dampaknya, tetapi juga sukacita, kegembiraan, perjuangan dan keberanian yg hebat untuk sanggup melewati saat-saat sulit dalam hidup ini. Itu semua terjadi begitu saja tanpa kita sanggup mengubah maupun menghentikannya. Semua yg telah terjadi agar sanggup kita maknai sebagai rangkaian kisah yg didalamnya terkandung rahmat dan firman Allah yg menjadi nyata. Maka saatnya sepanjang hari ini mari kita luangkan waktu untuk sujud syukur, mensyukuri aneka kisah yg berlalu dan memohon berkat untuk perjalanan waktu yang akan datang. Semoga hidup kita tak terpisahkan dari firman Allah pemilik waktu dan Tuhan sejarah, hingga apapun yg sudah terjadi tidak menjadi sia – sia tetapi menjadi lembaran-lembaran rahmat yg mematangkan batin kita untuk sanggup membuka lembaran hidup di tahun 2022. Mengawali tahun 2022 dengan sukacita dan harapan baru karena percaya akan kasih Tuhan yg menyertai kita.

Contemplating
Mari kita heningkan diri lebih khusus, tarik nafas bawa aneka duka di tahun yg akan berlalu dan hembuskan buang semua energi negatif. Dan hirup rahmat baru lewat setiap Sabda sebagai kekuatan. Alirkan ke seluruh tubuh dan rasakan kedamaian yg mengalir. Sadari dan rasakan secara berulang disertai rasa syukur.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah secara baru untuk memaknai waktu dengan sikap syukur.

Reflecting
Semangat pembaharuan apa yg akan saya wujudkan mulai hari ini, sebagai pembiasaan hidup penuh syukur menyongsong tahun yg baru.

Praying
Bapa kami bersyukur boleh melewati aneka kisah dalam sepanjang tahun yg akan berlalu ini. Semoga dalam bentangan waktu yang akan kami lalui, diri kami yg rapuh ini tak terpisah dari kasih dan bimbingan-Mu.
Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr.Albertine.OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *