Melihat Jejak Iman Katolik di Museum Misi Muntilan
Sanggar Veritas dibentuk untuk membentuk basis anak-anak dan kaum muda agar menjadi pribadi yang militan dalam mengikuti Kristus dengan menghayati semangat Santo Dominikus serta membiasakan dan membudayakan anak-anak dan kaum muda mengenal, mencintai dan menghayati spiritualitas pewarta sejak dini. Sanggar Veritas dilaksanakan di unit-unit sekolah sejak lama. Pada hari Sabtu 8 November pelaksanaan Sanggar Veritas di unit SD dan SMP Joannes Bosco nampak berbeda dari biasanya. Pada hari tersebut di halaman sekolah kelihatan ramai karena peserta Sanggar Veritas akan melaksakan kegiatan di luar, maka wajah sukacita nampak terpancar dan antusias karena diselenggarakan tidak dilingkungan sekolah.
Bulan November sebagai bulan yang diintensikan sebagai bulan arwah, tak ketinggalan peserta Sanggar Veritas juga menghormati para arwah orang beriman melakukan ziarah ke Makam Kerkop Muntilan dimana Mgr Yustinus Darmojuwono dimakamkan bersama para Imam lainnya. Peserta Sanggar Veritas diajak untuk mengenal pionir iman katolik di Indonesia karena Mgr Yustinus Darmojuwono merupakan Kardinal pertama dari Indonesia. Selain ke makam peserta Sanggar Veriatas diajak untuk menapaki jejak iman di Museum Misi Muntilan tempat bersejarah yang menyimpan kisah awal berkembangnya Gereja Katolik di Indonesia.Dengan mata penuh rasa ingin tahu dan hati yang kagum, mereka belajar tentang semangat pewartaan, cinta tanah air, dan iman yang hidup. Bukan sekadar perjalanan, tapi ziarah iman kecil yang menyalakan api kasih Kristus di hati anak-anak muda Veritas.



-Sr. Theresita, OP-

