Saudara karena Kehendak Allah

SECERCAH HENING
Selasa, 23 Juli 2024

Mat 12: 46-50

Kegelisahan yg tertunda,
Mengambil rupa kucuran air mata,
Desakan utk menjumpai saudara,
Gerak kemanusiaan hapus duka,

Persamaan rasa mengada,
Satukan jiwa sbg saudara,
Melampaui saudara sedarah,
KehendakNya atasi segala.

Kegelisahan ini nyata, diwarnai oleh rangkaian duka yang bisa membawanya pada kematian yang sunyi. Saudara dalam kemanusiaan menjadi sangat dibutuhkan manakala anggota keluarga ada yg terpapar apalagi sampai meninggal. Dengan protokol kesehatan yg ketat tidak lagi memungkinkan keluarga dan saudara dekat bisa berbuat banyak. Yang bisa banyak menolong adalah saudara dalam kemanuasiaan yg berkehendak baik mau menolong sesama manusianya, baik saat pemulasaraan jenazah maupun saat penguburan. Tentu hal ini sangat berbeda konteksnya dengan situasi sosial pada jaman Yesus. Namun kehendak yg baik dari hati manusia yg mudah diherakkan oleh Roh Allah membuat konteks jaman ini sama dengan situasi Yesus. Dimana hubungan Yesus dengan saudara-saudara-Nya digambarkan sebagai berikut: Seorang berkata kepada Yesus :

“Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau”.Tetapi jawab Yesus kepada orang yg menyampaikan berita itu kepada-Nya:
” Siapa ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku”.

Pola hubungan ini tidak bermaksud menghilangkan sejarah kekerabatan antar Yesus dengan ibu kandung dan kerabat-Nya. Tetapi mau meletakkan prioritas bahwa kehendak Tuhan atau terlaksananya kehendak Bapa menjadi yang utama dan menjiwai seluruh bentuk hubungan antar pribadi. Hubungan antar manusia yg tidak didasari oleh kedalaman hubungan dengan Bapa dengan mengikuti teladan hidup Yesus akan membuat hubungan itu menjadi ‘moho humini lupus’ membuat yg lain sebagai musuh atau serigala yang diwarnai oleh aneka kepentingan. Dengan demikian Yesus mengajak kita semua dalam menjalin hubungan dengan siapapun atas dasar terwujudnya kehendak Bapa dalam realitas hidup. Hal ini jelas tidak mudah karena kita manusia dengan aneka kerapuhan dan kepentingan ego yg sering menguasai kita. Maka Yesus hadir untuk memberikan teladan bagaimana mampu membuat sesama sebagai saudara dalam perjalanan hidup ini. Hubungan intim dengan Yesus memudahkan kita mampu memandang dan merasakan serta mewujudkan hubungan dengan sesama sebagai saudara yg layak dikasihi. Dan warna atau kesaksian kita dalam hidup di tengah masyarakat akan terlihat dalam hubungan kita dengan sesama, dan sebaliknya kualitas hubungan kasih dengan sesama di tentukan oleh warna hubungan kita dengan Yesus untuk mewujudkan kehendak Bapa. Semoga hubungan kita dengan sesama kita makin, penuh warna iman karena kita dekat dengan Yesus. Mari jangan takut keluarlah dari zona keluargamu, komunitasmu, bergaulah dekat dengan tetanggamu, sebelah kanan dan kiri pintu rumahmu atau lebih luas lagi. Bangunlah persaudaraan yg lebih luas supaya kita punya kesempatan berbuat baik demi kehendak Allah terwujud dalam situasi yg sulit saat ini. Jadilah saudara saudari dan sahabat yg baik bagi orang-orang di sekitarmu.

Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin dekat dengan Tuhan.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki gaya hidup sebagai saudara terkasih dengan sesama karena dekat dengan Tuhan.

Reflecting
Apakah relasi hidupku dengan sesamaku telah kuhayati sebagai buah dari hubunganku dengan Yesus atau sekedar pemenuh kebutuhan sosialku?

Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami dekat dengan Engkau dan peka menangkap dan merasakan karya-Mu dalam hidup kami, hingga kami layak hidup bersaudara dengan siapapun untuk melaksanakan kehendak Bapa. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *