Rabu, 21 Januari 2026
Mrk 3 :1-6
“Aura Kebaikan”
Menelusup lembut,
Tuas tuas teroles,
Dalam hening tertancap,
ResonansiMu meresap.
Aroma ilahi yg mengada,
Memperindah budaya,
Memperkuat rasa u cinta
Menepis rasa curiga.
Tuas tuas kebaikan,
Indah dlm lukisan rasa,
Melawan kematian cinta.
Untuk keselamatan jiwa.
Oase kesejukan atau narasi-narasi kebaikan dan kedamaian untuk saat ini menjadi hal yg mahal. Menelisik era medsos kita tiap detik dipenuhi dengan narasi kehidupan yang kurang segar, budaya yg oleh sebagian kita pandang “kurang healing” atau hidup yang tidak seimbang membuatnya menjadi hidup kurang bahagia. Hidup yang kurang bahagia akan mudah mereaksi apapun secara negatif. Dan anehnya narasi yang kurang menyegarkan justru sering menjadi viral, tertarik untuk di “like” atau diikuti oleh banyak orang.
Pengalaman serupa rupanya juga telah dialami pada jaman Yesus seperti dalam Injil hari ini:
“Manakah yg diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa atau membinasakannya? “
Pertanyaan ini menggambarkan bahwa tidak semua perbuatan baik, dihargai oleh semua orang. Kaum Farisi dan ahli Taurat selalu menjadi pihak yang berlawanan dengan yang ditebarkan Yesus sepanjang pewartaan-Nya. Apakah Yesus surut dengan reaksi mereka yg menolak-Nya? Tidak!!. Yesus terus menebarkan kebaikan dan warta sukacita Injil tidak peduli diterima atau ditolak oleh orang lain. Setiap orang diberi kebebasan untuk menentukan pilihan sikap hidupnya.Namun kepada para murid, Yesus terus menunjukkan polaritasnya untuk selalu hidup yg digerakkan oleh energi kasih yang menyelamatkan.Bahwa bagi hati yang mencintai akan selalu menebarkan oase kebaikan dimanapun dan situasi apapun. Karena hukum dan aturan hanya akan berarti jika membawa tatanan hidup yang makin mampu menebarkan oase kehidupan yg membawa kebaikan.Maka inspirasi iman dari Sabda hari ini, kita diajak untuk terus mengakar pada Yesus agar mampu menebarkan kebaikan tak tergantung respon orang lain, jika ditolak sekalipun tetaplah berbuat kebaikan. Hingga Yesus tidak perlu bertanya lagi kepada kita: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa atau membinasakannya”?.
Jangan takut untuk terus mengoles tuas tuas lembut kebaikanmu, karena Tuhan telah mendahului hati dan tanganmu untuk setiap kebaikan yang engkau lakukan.
Contemplating
Sadari tiap tarikan nafas kita menjadi saat hening untuk terarah pada Kristus dan berbuah pada kebaikan.
Actuating
Membiasakan diri hening, sadari tiap saat adalah saat untuk berbuat kebaikan.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hening dan keep calm dalam menyikapi setiap penolakan dan terus berbuat kebaikan.
Praying
Tuhan Yesus ajari kami memiliki hati seperti hati-Mu, agar dimanapun kami berada terus mampu menebarkan kebaikan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

