Jumat, 23 Januari 2026
Mrk 3: 13-19
“Resonansi”
Sunyi tiada bertepi,
Menanti senja dlm sepi,
Fajar intai di ujung hari,
Mengikuti tanpa pretensi.
Bukit sepi jadi saksi,
Disposisi tiap ujung hari
Getaran suci jadi vibrasi
Tuk gapai bahagia sejati.
Jargon Salam Veritas adalah motto yang terus menyemangati anak anak remaja SD hingga SMA yang masih membahana dalam ingatan saat mereka hadir dalam gelora pada even besar “Jambore Sanggar Veritas”. Yang diselenggarakan minggu lalu di Cimahi- Bandung. Dengan jargon motto Veritas dalam uluk salam diantara mereka membuat suasana yg sepi menjadi bergelora dan membangkitkan semangat mereka untuk membuat perubahan dan semua untuk Tuhan. Ketika salam itu dipadu dengan tema JSV 2026 ” Berjalan Bersama Mewartakan Veritas” maka uluk salam itu menjadi seru karena memadukan mimpi menjadi realitas. Bagaimana tidak, diusia remaja jaman ini masanya anak anak yg makin individualis hidup dengan smartphone yang seakan tak butuh orang lain, dalam Jambore Sanggar Veritas (JSV) didobrak menjadi anak muda yang harus mau berjalan bersama mewartakan kebenaran dan mengusir kecenderungan egois. Dalam kegiatan ini mereka ditantang untuk
berani bermimpi dan berani mendobrak kemustahilan untuk menghidupi semangat St. Dominikus menjadi sebuah kenyataan hidup, dimana dunia akan menjadi lebih baik di masa depan dengan berani berjalan bersama mewartakan Kebenaran. Dan dengan demikian mereka dibentuk menjadi manusia bagi yg lain “man for others”. Dalam JDV semua anak di resonansi oleh teriakan semangat jargon dari mottonya untuk makin “united in diversity” bersatu dalam perbedaan dan persaudaraan. Buahnya adalah sukacita bersama sebagai resonansi karena getaran kebaikan dan kepedulian satu sama lain yg digerakkan oleh kasih Allah.
Hal senada juga diungkap oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini:
Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya.Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutusNya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
Yesus juga melakukan Gathering dengan memanggil para murid perdana untuk menjadi rasul guna memberitakan Injil, yang tidak lain adalah mewartakan khabar gembira. Keadaan mereka saat dipanggil adalah seperti keadaan kita, yakni saat reguler beraktifitas biasa, yg biasa nelayan dipanggil saat membereskan jala, yang biasa ngurus bea cukai dipanggil saat sedang memungut pajak. Secara fisik dan mental jelas mereka belum siap.Namun ketidaksiapan mereka justru menjadi kesempatan mengandalkan kekuatan pada Yesus, dan ketidaksiapan mereka malah menghasilkan getaran resonansi yg dasyat dari pengaruh Allah. Hingga Yesus menjadi lebih mudah memberi kuasa untuk mengusir setan yang beriringan dengan tugas memberitakan Injil. Yang menarik bagi saya dalam panggilan itu adalah diberinya setiap murid kuasa untuk mengusir setan. Setan yang dimaksud pasti bukan hanya soal roh jahat yang gentayangan dalam bentuk apapun di sekitar kita. Tetapi dorongan atau keinginan dosa untuk melawan gaya hidup kasih yang ada dalam hati kita. Sebab manifestasi setan pada jaman ini amat banyak bentuknya. Hingga pewartaan khabar gembira (Injil) tidak terwartakan dengan baik. Karena dalam hati kita ada banyak kecenderungn setan yang hidup nyaman dalam batin kita. Misal membiarkan diri sibuk dengan gadget sampai melupakan orang orang terkasih tak terurus, memboroskan waktu dengan chatting dengan mencari kebahagiaan melalui hal-hal menyenangkan namun membawa pada kecenderungan dosa black happiness . Sementara kita dipanggil untuk mewartakan Kebenaran, kedamaian dan kebaikan agar kehadiran kita bisa memberi warna dan ekosistem sukacita. Semoga setiap hari kita siap untuk meresonansi kebaikan dan menjadi Injil yang hidup dalam wajah kita, kata kata kita, mata kita, telinga kita,kaki kita, tangan kita hidup pelayanan kita.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri layak menjadi tempat kediaman Roh kebaikan .
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dan mampu mengenali kehadiran Tuhan dalam segala sesuatu.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin peka bahwa Allah mengajak kita siap tidak siap harus siap menjadi Injil yg hidup.
Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar selalu siap siaga menjadi penyalur berkat dimanapun dan kapanpun dengan penuh sukacita. Demi Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

