Secercah Hening : Be Glad

SECERCAH HENING
Rabu, 16 Juli 2025

Mat 11: 25-27

“BE GLAD”

Bertumbuh dalam kepapaan,
Berkembang oleh harapan,
Jalan terbuka oleh iman,
Bahagia bebas dari kegalauan.

Saat ini dengan situasi hidup yang sering gaduh dan penuh hiruk pikuk. Kadangkala banyak orang mudah lelah dan stres justru bukan karena bekerja keras, tetapi kehilangan makna dan motivasi rohani dalam hidup. Ada saat kita perlu memberi waktu untuk tenang dan memaknai hidup harian dengan penuh syukur. Saya sendiri sering melakukannya di akhir hari dengan jurnaling agar hati makin damai dan penuh syukur. Caranya beri waktu dimalam hari untuk berefleksi dengan metode GLAD.
G : *Gratitude* Apa yang paling aku syukuri sepanjang hari ini sebagai karunia Tuhan.
L : *Learning* Pelajaran berharga apa yang Tuhan tunjukkan untuk saya pelajari dalam hidupku hari ini .
A : *Accomplishment* Apa yang telah berhasil saya lakukan hari ini yang membuat hidupku makin berharga.
D : *Delightful* Apa momen menyenangkan yang telah kulalui hari ini sebagai sapaan Tuhan.

Jika dilakukan tiap akhir hari. Maka setiap hari kita akan menemukan keajaiban dalam hidup. Tanpa kita sadari kita akan mudah dituntun untuk memaknai setiap hari sebagai karunia luar biasa untuk kita syukuri. Hal yang sama nampaknya dialami masyarakat pada jaman Yesus hingga berkatalah Yesus:

“Aku bersyukur kepada-Mu,Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai,tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya, Bapa itulah yang berkenan kepada-Mu”.

Kesulitan kita memahami kehendak Tuhan diberi trik atau cara oleh Yesus dengan bersyukur dan bersikap rendah hati. Dengan kerendahan hati memungkinkan kita memiliki kepekaan untuk bersyukur dan mudah memberikan diri untuk mudah dipimpin oleh Tuhan. Kerendahan hati dan sikap syukur membuat orang mudah taat, hidup sederhana dan senantiasa rela mengalahkan ego. Dengan demikian hatinya mudah ditembus oleh Roh Kudus untuk dituntun pada jalan yang dikehendaki Tuhan. Untuk mudah dituntun berarti dalam hatinya telah memiliki akses relasi yang dekat dengan Tuhan. Orang yang rendah hati pasti orang yang dekat dengan Tuhan.

Kedekatan bukan hanya untuk meminta dalam doa-doa bersama atau pribadi, tetapi untuk terus beryukur atas apapun. Ia memiliki relasi batin dengan gelombang rasa yang sama dengan Allah. Jika sudah dekat dengan Tuhan, maka kita akan hafal cara kerja Tuhan dalam hidup kita. Untuk itulah kita akan mudah menangkap apa yang dikehendaki Tuhan dan hidup yang berkenan kepada-Nya. Semoga Injil hari ini menginspirasi kita untuk makin peka memaknai hidup tiap hari dengan damai dan penuh syukur.

Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin dekat dengan Tuhan.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar mudah memandang hidup dengan penuh syukur.

Reflecting
Melakukan jurnaling tiap akhir hari dengan metode GLAD.

Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan karya-Mu yg dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga kami makin berani menjadi utusan-Mu yang sederhana, rendah hati dan hidup penuh syukur.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *