Secercah Hening : Menimba Kelegaan

SECERCAH HENING
Kamis, 17 Juli 2025

Mat 11:28-30

“Menimba Kelegaan”

Datanglah kepadaKu saja,
Kosongkan diri tuk bersahaja,
Sentuh lelah jadi berkat,
Hingga kuk makin nikmat.

Teringat kata “Spes Non Confundit” artinya Harapan Tidak Mengecewakan. Merupakan bulla Paus Fransiskus menandai Tahun Yubeliun 2025. Mengapa harapan tidak mengecewakan ? Karena menawarkan kepastian kasih Tuhan. Hal ini nyata dalam Sabda Yesus dalam Injil hari ini :

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”.

Kegelisahan dan ketidak-damaian sering kali tercipta karena kita terlalu membenani diri sendiri dengan kepentingan dan keinginan yang terlampau banyak. Kita sulit lagi membedakan kebutuhan dan keinginan. Bahkan ketika datang kepada Yesus pun tetap tidak lega dan tidak damai. Sikap mendengarkan menjadi sesuatu yang sulit, karena budi dan hati kita sering bising dipenuhi oleh aneka keinginan dan obsesi diri. Sementara sikap mendengarkan butuh kerelaan untuk melepas.
Menjadi pribadi yang bisa mendengarkan butuh latihan dan kerelaan menyediakan diri. Jika kita terus sibuk dengan aneka hal, membuat kita penuh, tak ada ruang kosong lagi. Dalam pengosongan inilah kita memperluas ruang batin untuk Allah bekerja, sekaligus mempersempit ruang ego berkuasa. Maukah kita mempersempit ruang ego kita ?. Supaya kita mampu terbuka terhadap realitas hidup termasuk beban-beban kehidupan.

Setiap orang punya kuk atau beban yang harus dipikul dalam kehidupan ini. Namun ditangan Yesus yang seorang tukang kayu, beban atau kuk itu menjadi pas dipundak setiap orang. Sehingga tetap enak untuk dipikul. Maukah kita selalu berada dalam pengaruh Yesus sehingga kuk itu menjadi pas atau cocok untuk kita?. Karena Yesus tidak akan meniadakan kuk pada tiap tiap orang tetapi membuat setiap orang sanggup membawa kuk nya masing masing dengan ringan. Dan itulah yang disebut bebanku pun ringan sebagai kesaksian hidup di jalan Tuhan. Semoga “Spes Non Confundit” Harapan tidak memgecewakan tetapi melegakan bisa kita alami dalam peziarahan kita setiap hari dalam memikul kuk kita masing-masing dengan ringan dan damai.

Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin menemukan keheningan dan kelegaan dalam hidup.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki waktu untuk hening dan mendengarkan Tuhan dalam doa.

Reflecting
Apakah hidupku telah kuhayati sebagai buah dari keheningan dan kesegaran hidup dalam mengimani Tuhan. Atau hidup asal mengalir tanpa makna.

Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan kehadiran-Mu yg dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga kami boleh menikmati kelegaan dan keheningan karena kehadiran-Mu. Dalam Kristus Tuhan kami. Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *