Secercah Hening : Be Wonder

SECERCAH HENING
Selasa, 8 Juli 2025

Mat 9: 32-38

“Be Wonder”

Terpana oleh realita,
Berkharisma tanpa kata,
Bekerja oleh Cinta,
Memberikan diri dengan rasa.

Lembut memelusup dosa,
Memeluk dengan kuasa,
Hingga Cinta tak berbatas rasa,
Kagum memaknai realita.

Ketika kita jatuh cinta pada seseorang, kita ingat betul, bahwa rasa itu tidak muncul seketika. Mungkin mulainya biasa saja lama kalaman melalui panca indera, kita menangkap aneka getaran, dari apa yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, kita saksikan. Dan dari aneka rasa itu timbuhlah rasa heran, kagum, sayang dan yang lebih dalam adalah kasih yang berkobar, dan melahirkan passion untuk saling mendukung, mengasihi, dan seterusnya. Pengalaman manusiawi ini juga yg mendasari sebagian orang Yahudi menjadi murid Yesus dan rela mati untukNya. Rasa heran dan takjub adalah pengalaman kognisi, afeksi dan rohani yang bisa mengantarkan orang pada getaran spiritual, karena heran dan takjub adalah rasa yang dipengaruhi oleh ukuran yang melampaui kemampuan yang dimiliki. Maka reaksi mereka ketika menyaksikan kuasa Yesus bekerja adalah:

Setelah setan diusir, orang bisu bisa bicara. Maka heranlah mereka semua dan berkata:”Hal semacam ini belum pernah mereka lihat sebelumnya”.

Keheranan dan ketakjuban merupakan pengalaman awal menuju kekaguman. Jika ada rasa kagum maka akan mudah simpatik untuk tertarik pada pengalaman personal kepada pihak yg dikagumi. Jika yang dikagumi adalah karya Yesus maka secara pelan namun pasti akan mudah untuk “worship” memuji – memuliakan Allah dan mudah tergerak untuk mengikuti passion dan gaya hidup Yesus. Maknanya bagi kita apakah karya dan penyertaan Yesus dalam hidup kita setiap hari mengundang keheranan atau kekaguman atau ketakjupan bagi kita atau tidak? Atau kita hanya merasa biasa saja, berpikir ya sewajarnya memang Yesus semestinya buat yang demikian. Jika kita tidak memiliki getaran kekaguman, maka kita pelan-pelan akan menjadi kebal terhadap rahmat Tuhan. Jika ya. Maka kita akan mudah bersyukur, kagum dan membuka kesadaran akan rahmat Tuhan yang mengalir dan mengundang kita untuk terlibat dalam hidup-Nya.

Semoga dari hari ke hari, kita makin kagum dan makin mudah untuk bersyukur hingga akhirnya seluruh hidup kitapun rela kita persembahkan bagi Tuhan. “Amrih mulyo dalem Gusti atau ad Maiorem Deo Gloriam” (AMDG). Atau dalam motto Dominikan adalah “Laudare Benedicere Paredicare” .Jangan ragu untuk mengakui dan merasakan getaran kekaguman pada kuasa Allah dalam hidup kita. Sebab dari situlah kesadaran kita mudah dibentuk untuk hidup penuh syukur. Karena keluhan-keluhan tak akan pernah dibuat oleh orang yang mensyukuri dan memaknai hidup dari kekaguman.

Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin peka atas kuasa Allah dalam diri kita.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan atau kuubah agar makin peka melihat kuasa Allah yang bekerja dalam diri kita

Reflecting
Apakah hidupku banyak ditentukan oleh gaya relasiku dengan Yesus ? Ataukah banyak gaya tanpa makna hingga membuat kita kebal terhadap karya agung Tuhan dalam realitas hidup tiap hari.

Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan karya-Mu yang dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga kami makin tersentuh untuk terus mengagumi dan mencintai-Mu yang kami wujudkan dalam pekerjaan dan perbuatan kami demi kemuliaan-Mu dan keselamatan kami. Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *