SECERCAH HENING
Kamis, 1 Oktober 2026
Pesta St. Theresia dari Kanak Kanak Yesus.
Mat 18: 1-5
“Jalan Kecil”
Lembut menjaga dari hati,
Lahir diutus dari surga suci,
Menemani tanpa berpretensi,
Melindungi integritas diri.
Lembut menyapa tiap hati,
Memeluk setiap jiwa suci,
Berjuang dan percaya diri,
Mencintai dari kedalaman hati.
Hari ini Gereja memperingati St. Theresia kanak kanak Yesus. Atau St. Theresia dari Lisieux, Perancis yang lahir 2 Januari 1873. Motto hidupnya dikenal sebagai “Jalan Kecil”. Artinya Ia memaknai hidupnya sebagai jalan kecil yang menghubungkan antara manusia dengan Allah sebagai anak-anakNya. Ia adalah 1 dari 4 wanita yang dijuluki sebagai Pujangga Gereja. Tiga lainnya adalah St. Katarina dari Siena, St. Theresia dari Avila dan St. Hildegard dari Bingen. Dijuluki Pujangga Gereja (Doktor Gereja) sebagai gelar kehormatan tertinggi bagi orang kudus yang telah berkontribusi doktrinal dan teologi. Memberikan warisan intelektual dan sipiritual bagi Gereja. Sebagai Suster Karmelit ia menghayati bahwa kekudusan tidak dicapai melalui jalan besar melainkan dengan melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang murni.Hal ini selaras dengan cuplikan Injil hari ini:
“Ingatlah jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga”.
Ketika bicara anak kecil, Yesus mengingatkan kita bahwa ada malaikat mereka di surga. Anak kecil adalah lambang pribadi lemah, tak punya kekuatan, kemandirian dan kuasa atas dirinya tetapi yang terbuka, alami dan antusias menyambut Allah. Dari merekalah Tuhan menjamin perlindungan dari malaikat di surga. Apakah jika demikian kita orang dewasa tidak ada jaminan perlindungan malaikat? Tentu yang dimaksud tidak demikian. Bahwa dalam pergumulan hidup, kita sering mengalami titik terendah kehidupan, dimana kita mengalami situasi sulit, tak berdaya, lemah, terpuruk, putus asa, kehilangan harapan, hidup seakan kelam dan jalan buntu. Kita merasa bukan hanya seperti anak kecil tetapi bahkan seperti bayi yang tak berdaya menghadapi goncangan hidup yang keras. Namun apakah kita berani terbuka seperti yang dikisahkan dalam Injil?. Terbuka pada kemahakuasaan Allah yang sanggup mengutus malaikatnya dari surga? Apakah kita juga berani percaya bahwa kitapun juga ada malaikat untuk menjaga kita dari surga?.
St. Theresia Lisieux memberikan teladan bagi kita bahwa kekudusan dan keselamatan kita, bisa ditempuh dengan menjalani hidup harian yang sederhana, yang dimaknai sebagai rahmat Tuhan yg luar biasa. Ia merelakan dirinya sebagai mainan Yesus, sebagai mainan maka sesuka suka yang mau memainkannya. Mari kita menyerahkan diri kita sebagai anak anak kecil Tuhan, dengan membuka diri untuk rela dibimbing dan mempercayakan diri secara penuh dalam jalan kecil Tuhan melalui hidup harian kita dengan semangat kasih.
Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan mengosongkan diri agar dikuasai oleh Allah dan para malaikatNya.
Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dibimbing oleh malaikat dalam hidup sehari hari.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan siap dibimbing oleh Roh kebaikan yaitu malaikat utusan Tuhan.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya seperti anak kecil agar kami hidup menurut bimbingan malaikat dan layak memasuki Kerajaan-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

