Secercah Hening: Jesus Remember me

SECERCAH HENING
Minggu, 24 November 2024

Yoh 18: 33-37

“Jesus Remember me”

Jesus Ingatlah aku,
Saat mataku kelabu,
Dari celah balokku,
Hidup suam suam kuku
Ragu tuk Mencintai-Mu.

Jesus ingatlah aku,
Saat tanganku kaku
Lenyap kelembutanku
Mengepal keegoisanku
Ragu menyambut-Mu

Jesus ingatlah aku,
Saat hatiku membatu,
Dosa menebalkan rasaku
Kebal akan vibran_Mu
Jauh dr pelukan kasihMu

Jesus ingatlah aku
Saat mulutku membisu,
Slalu akrab dgn kata pilu,
Buat dunia makin sendu,
Lenyapkan ruah rahimMu

Jesus ingat aku,
Bila aku buta untukMu
Kebal atas sapaanMu
Ijinkan tetap mencintaMu
Dan rajai hatiku selalu.

Sepenggal kata hati yang merindu menantikan Yesus meraja di hati setiap orang beriman. Sehingga kita makin hari makin peka akan kehadiran Tuhan, lewat apapun yg kita lihat, kita dengar, kita rasakan dan kita alami dalam kehidupan setiap hari. Kata yg tepat saat dekat dengan Yesus adalah agar kita menjadi bagian yg tak terpisahkan untuk di rajai oleh Yesus sepanjang jaman.
Demikian hidup iman kita secara simbolis dituntun dan dibingkai oleh perjalanan waktu sepanjang tahun liturgi yang diawali dan diakhiri dalam bingkai iman dan penyertaan Kristus yang meraja. Seperti hari ini Gereja alam semesta merayakan Kristus Raja semesta alam yg menandai berakhirnya tahun liturgi. Yang mengandung makna bahwa hidup manusia akan berakhir pada titik labuh sebagai akhir peziarahannya yaitu Kristus yang meraja. Namun kerajaan Kristus berbeda dengan Kerajaan dunia ini seperti dalam sabda Yesus berikut :

“Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang Kebenaran, setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku”.

Kerajaan Kristus berada dalam wilayah spiritual, yg hanya bisa dipahami oleh orang orang yg percaya bahwa Yesus adalah jalan kebenaran, keselamatan dan kekuasaan-Nya kekal di surga. Karena kekuasan Raja Kristus ada di wilayah spiritual maka dunia membenci-Nya dan terus hendak membinasakannya. Wilayah spiritual ini abadi dan memiliki jangkauan kekuasaan yg tiada batas teritorial. Dimana Kristus mampu menyentuh semua wilayah sisi gelap maupun sisi cemerlang kehidupan setiap manusia. Dan jika wilayah hati dan spirit telah dikuasai oleh kekuasaan Kristus maka kita akan mengalami kebahagiaan dan keselamatan yg melampaui sukacita yg tak mungkin bisa kita dapatkan dari raja dunia manapun. Hanya masalahnya apakah hati,rumah jiwa dan rumah tangga kita selalu siap dirajai oleh Kristus?, manakala kita masih ingin menjadi raja atas tubuh, kehendak, cita-cita sendiri maka sulit bagi Kristus meraja di hati kita. Semoga dengan perayaan ini kita makin rela menundukan diri untuk membiarkan Yesus masuk dan menguasai labyrin terdalam kehidupan kita. Hingga di tengah kehidupan yg berat ini kita mampu menemukan kebahagiaan di tengah perasan air mata, kesabaran di tengah badai kegagalan, harapan di tengah desakan keputusasaan. Karena kekuasan Kristus mampu menjangkau labyrin jiwa dan kehidupan manusia yg tak terbatas. Namun marilah terus percaya dan hidup seturut kehendakNya.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat dengan jangkauan kasih Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar terbiasa membiarkan diri dirajai oleh Kristus.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan kuasa Kristus yg mengendalikan labyrin jiwaku.

Praying
Yesus Raja Semesta Alam. Rajailah hidup kami sepenuhnya. Agar hati, budi, pikiran dan kehendakku dikuduskan oleh kuasaMu hingga kami selamat saat ini dan di surga kelak. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *