SECERCAH HENING
Jumat, 29 Agustus 2025
Peringatan Wafatnya St. Yohanes Pembabtis.
Mrk 6: 17-29
“Kerendahan Hati”
Menusuk lembut dalam sunyi
Kebenaran berbisik di hati
Merongrong nurani yang mati
Gapai mahkota kemartiran suci
Hari ini Gereja memperingati wafatnya St. Yohanes pembabtis. Sedikit Santo atau Santa yang dirayakan kelahiran dan wafatnya dalam liturgi Gereja seperti Yohanes ini. Tanggal 24 Juni kita memperingati kelahirannya dan hari ini memperingati wafatnya. Hal ini menegaskan bahwa St. Yohanes ini menjadi tokoh penting dalam karya keselamatan. Ia sering disebut juga nabi terakhir dalam konteks perjanjian lama sebelum kedatangan Mesias. Dan dialah yang menyiapkan jalan bagi Tuhan dengan menyerukan “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat”. Dan kerendahan hatinya yang amat kuat membuat ia berjuang mempersiapkan jalan bagi Tuhan dalam senyap. Semboyan hidup ” Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” semboyan ini mencerminkan sikap rendah hati yang kuat. Ia lebih fokus pada perannya untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan. Ia tajam dalam menyuarakan kebenaran yang lahir dari keheningan dan kerendahan hatinya hingga menghadapi kejahatan Raja Herodes ia berkata :
“Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu! “.
Apabila Herodes mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang ambing, namun ia senang juga mendengarnya karena Yohanes adalah orang yang benar dan suci.
Setiap orang sesungguhnya dipanggil untuk hidup benar dan suci untuk mewartakan kebenaran. Kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yg bersumber dari Tuhan sendiri. Setiap jaman selalu muncul tokoh-tokoh yang “bersemangat profetis” menyerukan pertobatan dan kebenaran.Yohanes yang kita rayakan kematiannya hari ini adalah model saksi Allah di tengah dunia yang penuh kebencian. Kematiannya memang sangat tragis sebagai bayaran yang tak ternilai untuk sebuah perjuangan kebenaran. Meski bagi Herodes pengorbanan ini tidak mengubah dan berpengaruh apapun bagi kehidupannya namun bagi umat beriman sebangsanya perjuangan St. Yohanes menjadi sebuah obor yang menjadi penerang bagi perjuangan kebenaran dan bagi kita dilapangkan jalan untuk bisa menyiapkan kedatangan Yesus ke dunia.
Tanpa kehadiran Yohanes yang melapangkan jalan rahmat bagi kita, bisa jadi hadirnya Yesus terhambat oleh dosa. Maka kebenaran selalu berbuah membebaskan, kebebasan yang ditemukan dari bilik keheningan dan ruang kontemplasi. Kita bisa merefleksikan pengalaman Herodes, ketika dia memilih jalan yang tidak benar, hatinya selalu terombang ambing oleh suara kegelisahan karena kesalahan yang telah diperbuatnya. Semoga teladan hidup St. Yohanes memberanikan kita menyuarakan dan melakukan kebenaran dalam level apapun, supaya hidup kita dibebaskan dari belenggu dan dosa yang menghambat keselamatan kita.
Contemplating
Hening…… Hadir penuh dihadirat Tuhan. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba belas kasih Tuhan. Biarkan Tuhan mengisi ruang batin kita.
Actuating
Membiasakan diri hidup dengan kekuatan dari energi yang ditimba dari kerahiman Allah yang berbelas kasih.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hidup dalam kebenaran
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang damai, agar kami mampu melakukan dan menyuarakan kebenaran dimanapun kami berada. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine, OP

