SECERCAH HENING
Kamis, 28 Agustus 2025
Peringatan St. Agustinus
Mat 24: 42-51
“Role Model”
Bahagia ada diujung waktuku,
Lelahku terhapus saat tersipu,
Terpesona oleh hadirMu,
Hingga senjaku bermakna baru.
Air mata adalah doa yang tak terucap namun berbuah dalam pengharapan yang tidak mengecewakan. Inilah keyakinan St. Monika ibunda St. Agustinus yang kita peringati hari ini, ia bertobat berkat doa ibunda yg tiada henti. Akhirnya St. Agustinus menjadi orang kudus yang luar biasa selain sebagai uskup dan pujangga Gereja. Banyak inspirasi spiritual yang bisa menjadi role model dalam hidup kita salah satunya : ” Berdoalah seolah-olah semuanya bergantung pada Tuhan. Dan bekerjalah seolah-olah segalanya bergantung padamu”. Hal ini menunjukkan kedalaman iman dan kualitas kehidupan. Doa tercermin dalam kerja dan kerja menjadi wujud kualitas doa. Hal itu senada dengan kutipan Sabda Tuhan hari ini :
“Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya, ketika tuannya itu datang”.
Tugas yang dimaksud bukan soal kewajiban hidup saja, tetapi soal kesadaran bahwa tiap saat adalah saat yang baik untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Hal ini tidak mudah karena selama proses itu, berarti kita harus sanggup melawan ego kita sendiri dan berpihak demi egonya Tuhan. Contoh bekerja keras dengan tekun itu mengalahkan ego untuk santai dan malas-malasan atau kebiasaan menunda. Hal ini menjadi sebuah mati raga yang baik atau sebuah keutamaan.Dilakukan sampai tuannya datang, makna dari kesetiaan, karena kapan tuannya datang tidak berbatas waktu. Yang berarti terus-menerus, Jika tidak berubah oleh jaman.
Stereotipe orang katolik adalah : Orang yang jujur, tekun, bertanggung jawab dan setia. Hal itu terbentuk dari Sabda yang dipuji bahagia adalah bukan karena orang itu sukses, kaya, dan hebat, tetapi justru dibina dari makna hidup yang lebih dalam yakni penderitaan, kesetiaan, pengorbanan, ketekunan dan kerja keras. 100 % katolik, 100% apostolik yakni hidup dengan memberikan kesaksian yang baik sebagaimana kehidupan para rasul yang setia mengikuti dan belajar dari guru sejati ulung yaitu Yesus sendiri yang tekun, bekerja keras tanggung jawab, setia dan total pada kehendak Bapa. Di sinilah letak kualitas hidupNya.
Semoga Injil hari ini makin meneguhkan kita untuk rela mengalahkan ego dengan hidup makin tekun dalam aneka kebaikan, bekerja keras dan setia dalam segala keutamaan hingga kita menjadi orang bahagia karena melaksanakan kehendak Tuhan. Semoga hidup kita tidak terlambat mencintai Tuhan melalui hidup harian kita yang sederhana.
Marilah kita belajar dari St. Agustinus yang terus mematangkan iman dan kekudusan hidup dalam doa yang indah. “Betapa lambat aku mencintaiMu, Oh Keindahan lama yang selalu baru, betapa lambat Kau kucintai.
Contemplating
Hening…… Hadir penuh dihadirat Tuhan. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat mengalam keindahan kasih Tuhan.
Actuating
Membiasakan diri hidup dengan melatih keutamaan melalui kerja keras, tekun dan setia.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hidup secara berkualitas seperti Yesus.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang damai, agar kami mampu membina diri secara berkualitas melalui aneka keutamaan yang mengarahkan kami pada kebahagiaan sejati.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine, OP

