SECERCAH HENING
Senin, 11 Agustus 2025
Mat 17: 22-27
” Kewajiban yang Memerdekakan”
Terulur dengan hati terbuka,
Memberi tanpa banyak kata,
Kewajiban yang terus ditata,
Iklas memberi dengan bermakna
Hari ini Gereja memperingati St. Clara dari Asisi. Biarawati pengikut St. Fransiskus. Sebelum wafatnya ia meninggalkan kata kata indah. ” Tuhan betapa bahagia aku Engkau ciptakan”. Meski hidupnya penuh perjuangan namun dengan penuh syukur ia bahagia menikmati peziarahan hidupNya yang diabdikan untuk Tuhan dan sesama dengan hidup monastik yang sederhana. Injil hari ini juga mengisahkan bagaimana orang beriman berjuang menghadapi dilema moral dalam kewajibannya terhadap pajak sebagai kesempatan membangun keutamaan yang menyelamatkan.
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata:
“Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu? ” Jawabnya:”Memang membayar. ” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan:”Apakah pendapatmu Simon?
“Dari siapakah raja-raja memungut bea dan pajak? Jawab Petrus: Dari orang asing !” .Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan, bayarlah pajak kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga”.
Pada jaman Yesuspun terdapat dilema moral yang serupa soal pajak. Perlu tidaknya kita membayar pajak berdasarkan cara pandang Yesus. Menurut aturan jaman Yesus yang semestinya wajib membayar pajak adalah orang asing. Namun supaya tidak menjadi batu sandungan yang menghalangi tatanan hidup maka Yesus dan para muridnya pun membayar pajak juga. Kewajiban yang dilaksanakan dengan kerendahan hati akan melahirkan keutamaan. Dan keutamaan yang terus menerus dilakukan akan melekat menjadi habitus dan mempribadi menjadi identitas yang mengikat dan memerdekakan diri dari tekanan moral dan sosial. Sebagai orang beriman yang baik, kita hadir di tengah masyarakat sebisa mungkin memberi inspirasi positif dan tidak menjadi batu sandungan. Kewajiban wajib kita taati agar membawa kemerdekaan dan menginspirasi orang lain agar tidak menyalahgunakan kewajiban yang mesti dilakukan.
Kasus-kasus bangsa yang menunjukkan degradasi moral. Tercipta sebagai akibat dari banyak orang yang tidak ingin melaksanakan kewajibannya dengan baik sehingga tidak memerdekakan orang dari kejahatan dan dosa sosial. Maka marilah dari inspirasi sabda hari ini. Kita hidup makin mengispirasi sesama kita secara positif, dan menghindarkan diri dari batu sandungan, supaya bersama semua orang yang berkehendak baik memerdekaan diri dari kejahatan dan dosa. Jangan takut untuk taat dan patuh pada aturan hidup bersama dalam berbangsa dan bermasyarakat. Sebab jika dilakukan dengan tulus akan membawa kita pada keutamaan hidup. Persembahkan lelahmu untuk setia pada kebaikan, niscaya Tuhan akan menopangmu dalam segala pekerjaan baik.
Contemplating
Marilah kita heningkan diri mendengarkan suara Tuhan dalam batin terdalam.
Actuating
Membiasakan diri mendengarkan suara Tuhan dalam setiap dilema moral yang kita hadapi.
Reflecting
Apakah saya telah melaksanakan kewajiban sebagai bentuk membangun keutamaan agar dapat tidak menjadi batu sandungan. Ataukah saya cenderung menghindar dari aneka kewajiban kita, karena melihat orang lainpun demikian juga.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati seperti hatimu. Agar berani membangun keutamaan iman melalui sikap taat pada kewajiban kami. Dan berani memberi inspirasi positif bagi sesama ada terbebaskan dari kejahatan dan dosa. Sebagaimana St. Dominikus mengajarkan kebenaran dalam hidup. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine, OP

