secercah hening

Secercah Hening: Melatih Kepekaan

SECERCAH HENING
Jumat,29 November 2024

Luk 21 : 29 – 33

“Melatih kepekaan”

Menubuh dalam rasa,
Tergetar di dalam dada,
Mendesak ikatan jiwa,
Berkobar tuk kepenuhan Cinta.

Mengulas batin dgn cita rasa,
Memandang tiap peristiwa,
Maknai sbg ungkapan Cinta,
Keabadian makin nyata.

Hidup kita sejak dalam kandungan telah bertumbuh dengan tanda-tanda. Jika dalam rahim ibu kita sungguh dicintai tandanya adalah selalu mendengar senandung lagu riang dari suara batin ibu atau elusan kasih ayah, dll. Setelah lahir ada beribu tanda tanda yg menolong kita bertumbuh dengan sempurna. Ada bel maka di luar ada tamu, dering telpon maka ada yg memanggil, burung kolik berkicau menderu maka akan ada kejadian yg luar biasa, tumbuhnya bunga amarilis maka musim hujan akan segera tiba.Tanda lahir maupun tanda batin membawa kita pada pengalaman transenden. Seperti halnya Injil hari ini.
Yesus berkata:

“Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya musim panas sudah dekat. Demikian juga,jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat”.

Yang diminta dari kita tentu bukan soal mencari tanda tanda atau sensasi spektakuler agar kita makin percaya akan hadirnya Allah dan manifestasi Kerajaan-Nya. Tetapi kepekaan mengasah mata batin agar pengalaman-pengalaman lahiriah apapun yg kita jumpai dalam hidup sehari-hari mampu membawa kesadaran kita pada pengalaman akan kehadiran Allah. Hingga daya akomodasi pancaran mata kita ketika memandang dan melihat kejadian apapun dalam kehidupan sehari hari mampu menghasilkan reaksi positif. “seing God in althing, althing in God” memandang segala sesuatu dalam Allah, dan Allah dalam segala sesuatu. Atau memandang realitas dari kacamata kontemplasi.Jika demikian maka, kehadiran Kerajaan Allah bukan sesuatu yg jauh dan hanya bisa dinikmati ketika nanti kita mati, atau saat kita di surga, tetapi bisa kita alami di sini dan saat ini manakala kita rela dan mau belajar bertumbuh dalam kepekaan batin untuk membina relasi dan cita rasa batin dengan Allah. Semoga dengan sabda hari ini kita makin bersemangat memaknai tanda-tanda kehidupan yg sederhana sekalipun dari kaca mata yg positif, penuh syukur dan kedekatan dengan gerak batin Allah. Selain diundang untuk makin peka melihat dan mengalami kehadiran Allah yg nyata dalam hidup tiap hari, kita juga diminta menjadi tanda hidup akan manifestasi kehadiran Allah bagi sesama atau “The image of God” (gambaran Allah) . Pribadi kita sebagaimana di cipta sejak awal sebagai citra Allah kita nyatakan dalam sikap hidup tiap hari. Jangan ragu untuk terus berbuat kebaikan sekecil apapun yg bisa kita buat, terus bertumbuh untuk menjadi Injil yg hidup, hingga kehadiran kita menjadi khabar baik bagi sesama kita. Dan jadikan setiap tarikan nafasmu menjadi doa atau saat membangun relasi yg makin intim dengan Allah.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi hirup dan hembuskan nafas dengan lembut, jadikan saat nafasmu adalah doamu, rasakan kedamaian yg makin dalam.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin melatih kepekaan rasa akan kehadiran Allah.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mampu mencerminkan dekatnya kita dengan Tuhan

Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai dan bahagia. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk melatih kepekaan agar makin dekat dengan Allah dalam diri Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *