SECERCAH HENING
Selasa, 3 Juni 2025
Yoh 17 : 1-11a
“Menenun Kisah”
Pagiku berkeriab,
Cahya menyibak gelap,
Kicau burung menyeruap,
Tetes air lenyapkan kerap
Semua layak berkisah,
Merangkai cerita indah,
Deritapun tak jadi susah
Wajah kusam jadi cerah.
Tiada hoax yg bikin resah
Ceritamu jadi kisah
Hidup kian bermakna
Karena terus di olah.
Mari wartakan kisah
Bukan aura susah,
Agar dunia kan cerah
Merangkai kasih jadi kisah
Hidup selayaknya perlu dikisahkan ke nilai yang lebih tinggi sebagai anugerah Allah. Seperti dalam dalam Injil hari ini Yesus berkisah tentang ajakan hidup untuk memuliakan Bapa :
“Bapa, telah tiba saatnya, permuliakanlah anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala sesuatu yang hidup…”.
Yesus berdoa dan mengisahkan bagimana hubungan Bapa dengan diri-Nya. Dan bagimana Dia harus membawa semua orang mengenal Bapa dan menjadi satu oleh karena firman yang diwartakannya. Doa telah menjadi kisah yang manis dan jawaban atas tantangan jaman ini. Dengan satu kesadaran iman bahwa Yesus mendoakan kita dengan kasih sayangNya sebagai kisah yg dibagikan, bukan agar kita dibebaskan dari tantangan dunia, tetapi agar kita punya keberanian dan kesadaran untuk mampu memilah dan memilih setiap tawaran dengan jiwa yang tangguh, tanggap, tanggon, tatag dan trengginas (5T) karena didasari oleh kasih. Kisah yang dijalin lewat hubungan yg mendalam dengan Yesus dan Bapa-Nya mampu membuatnya berkomunikasi dengan sarana apapun namun tetap ada dalam jalan kebenaran Tuhan. Arti komunikasi sesungguhnya dari bahasa latin; cum = bersama-sama, dan unum = satu. Komunikasi yang sejati harus mampu menyatukan. Dan untuk itu dibutuhkan dasar yaitu menimba Sang cum unum yaitu Allah, dalam sikap hidup kontemplatif.
Jika tidak maka komunikasi kita dengan orang lain dan dunia tidak akan menjadi kisah yg baik, tetapi yang sebaliknya. Maka marilah kita bersatu dalam doa Yesus, agar kita menjadi pribadi yang tangguh ditengah kehidupan yang terguncang oleh aneka persoalan saat ini. Jangan takut untuk mendengarkan suara terdalam dari Allah, yang kadang mengambil bentuk dalam aneka wajah dan tanggungjawab yang tidak mudah. Rasakan hadirNya dan berdamailah dengan situasi yang ada. Niscaya Tuhan akan turut bekerja dalam setiap hati yg mendengarkanNya agar hidup penuh damai.
Contemplating
Marilah kita membenamkan diri dalam keheningan untuk merasakan pengalaman perjumpaan dengan Allah.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan agar mampu mendasarkan hidup dalam doa.
Reflecting
Apakah hidup keseharianku telah kujalani sebagai buah kontemplasi, hingga komunikasiku dengan orang lain melalui media apapun mampu menginspirasi dan menyatukan orang untuk hidup dijalan Tuhan?
Praying
Yesus Tuhan, ajarilah kami makin bertekun dalam doa, hingga hidup kami merupakan rangkaian komunikasi yang menyatukan sesama melalui karya dan bakti kami kepada sesama. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine, OP

