Secercah Hening : Mengakar Kuat

SECERCAH HENING
Rabu, 21 Mei 2025

Yoh 15 : 1-8

“Mengakar Kuat”

Kekuatan memeluk rasa,
Menanti di tepian raga,
Mendamba pelukan jiwa
Mengakar kuat dalam cinta.

Kualitas hidup kita banyak ditentukan oleh seberapa kuat kita mengakar pada Allah. Seperti teladan hidup para kudus, hidupnya sangat kontemplatif dan mengakar pada Allah dengan kuat hingga ia sanggup mengatasi kerasnya tatanan hidup dalam mengikuti kehendak Tuhan.
Akar yg kuat akan terus menyerap energi. Kalau energi yg diserap dari Allah pasti buahnya akan matang dan berkualitas. Hidup yg terus mengakar pada hubungan kuat dengan Allah akan memiliki sumber energy sebagai “inner power” yg takkan kering dalam hidup ini. Terlepas dari Allah, sesungguhnya kita tidak lagi punya kekuatan apapun. Jangankan untuk berbuah, hiduppun akan menjadi layu tak punya daya, sebaliknya

“Barangsiapa tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”.

Menjadi pengikut Kristus kita diundang untuk mengakarkan diri pada hubungan yg intim dan mendalam sebagai fondasi hidup. Konsekuensi dari sebuah relasi yang intim tersebut adalah untuk berbuah. Ketika Allah pada hakekatnya adalah kasih, maka buah yang diharapkan tidak jauh dari pohonnya yaitu berbuah kasih sebagai isi dan esensi yang kita tularkan kepada siapapun yang hidup bersama dengan kita. Energy yang kita timba dari pokok anggur Tuhan, ibarat sulur yang melekat erat jika dipupuk dan dipelihara melalui doa, mati raga dan praktik kasih, akan mengalirkan aura kekudusan dan kesalehan hidup bagi sesama disekitar kita. Kualitas hidup lingkungan kita juga bisa menjadi potret sejauhmana aura atau energy kekudusan atau kesalehan hidup telah kita pancarkan lewat kesaksian kita. Dan untuk itu, semua orang beriman dipanggil untuk menjalin dan menimba energy tanpa batas dari Tuhan. Hanya saja tidak semua orang memiliki gerakan hati yang sama, untuk tekun meneguk dan menimbanya. Maka melalui sabda Tuhan hari ini kita diundang untuk terus bersedia menimba, menghirup, meneguk energy Tuhan agar hidup kita layak menyalurkan buah -buah kehidupan dan sinar pencerahan kepada siapapun yang membutuhkan semangat hidup, ditengah kehidupan yang penuh kegalauan dan kegelisahan oleh aneka hal. Semoga kita semua masih mau tergerak menimba energy dari pokok anggur yaitu Kristus. Menyerap erat pada pokok anggur yg dimulai dari diri kita di sini ini, saat ini. Supaya kita tidak menimba kekuatan dari energi lain yang bisa membawa hidup kita makin kering dan tandus.

Energi dari pokok anggur Tuhan adalah energy jernih yg memampukan kita bertahan dari aneka kesulitan hidup ini. Dan punya kekuatan untuk bekerja keras tanpa kehilangan sukacita yg dibagikan utk sesama. Jangan ragu untuk terus berteduh di ribunan ranting anggur Tuhan, supaya makin sejuk untuk menyuburkan lahan kering hidupmu.

Contemplating
Marilah kita hening dengarkan suara Allah dan rasakan energy yang mengalir dalam diri kita.

Actuating
Gerak batin apa yang perlu kubiasakan untuk makin mengelola energy kasih sebagai sumber yang mengalirkan aura kehidupan bagi sesame.

Reflecting
Mari memaknai hidup hari ini dengan lebih damai, karena membiarkan diri menyerap energi lembut dari Tuhan.

Praying
Yesus, Engkaulah pusat jiwaku meneguk keteduhan. Tariklah aku untuk terus berpaut padaMu hingga hidupku makin matang untuk berbuah kasih. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *