SECERCAH HENING
Senin,18 November 2024
Luk 18: 35-43
“Supaya aku dapat melihat”
Menapaki titian hari,
Menepi di sudut hati,
Melumerkan hati yg keras n sepi,
Merindu tiada bertepi.
Memadu rasa tuk mengerti,
Sibak gelap tuk jernihkan diri,
Memohon dgn sikap bakti,
Tervibrasi tuk bertransformasi.
Doa yg baik mampu mempertajam penglihatan dan cara pandang yg baik.Namun kadang kita sering merasa tidak punya banyak waktu untuk berdoa, bahkan sangat sulit untuk berdoa, bingung akan omong apa dalam doanya, tanpa sadar kita seakan menempatkan Tuhan itu ‘buta’ tidak bisa melihat apapun keadaan kita, sehingga perlu kita memberitahu banyak hal tentang hidup kita. Padahal sesungguhnya, keadaan kitalah yg buta, tak mampu menjangkau kemahakuasaan Tuhan dalam hidup.Padahal sebenarnya hanya butuh 1 hal yang perlu yaitu Tuhan hadir dan kita dimampukan untuk melihat dan merasakan kehadiranNya.Maka kalau kita dimintai satu permintaan kepada Tuhan, cukuplah minta saja : Tuhan menyertai kita maka semua yg terpenting dalam hidup akan terpenuhi. Seperti dalam dialog singkat bacaan Injil hari ini:”
Yesus bertanya kepada orang buta si pengemis yg duduk dipinggir jalan:
“Apa yang kau kehendaki supaya Aku berbuat bagimu? Jawab orang itu “Tuhan supaya aku dapat melihat! “.Yesus berkata:”Melihatlah engkau,imanmu telah menyelamatkan engkau!”
Kemampuan untuk bisa melihat menjadi penting bagi pengemis itu. Meskipun mengemis ia tidak minta uang, makanan, atau benda lain yg berharga tetapi kemampuan untuk melihat saja sudah cukup. Kemampuan melihat baginya akan mampu menembus kedalaman yang merasuk,merangkul, memahami dan mengubah banyak hal. Itulah yg dialami si pengemis buta saat bertemu dengan Yesus. Tidak begitu banyak dijelaskan apakah si buta sudah mengenal Yesus sebelumnya atau tidak, yang pasti ia pernah mendengar tentang Yesus dari cerita banyak orang. Saat ini ia berjumpa secara pribadi, dan perjumpaan ini luar biasa, karena mengubah hidupnya dengan dasyat.Yang menyembuhkan kebutaannya selain karena Yesus juga karena kerinduannya untuk berjumpa. Semoga kitapun juga memiliki kerinduan untuk berjumpa Yesus setiap saat. Dan meskipun tidak buta, marilah kita mohon agar mata kita senantiasa mampu dan dimampukan melihat kehadiran Allah dalam segala sesuatu. Semoga mata hati kitapun senantiasa terbuka untuk rindu disembuhkan dari kebutaan akan kuasa kasih Tuhan yang senantiasa tersedia bagi kita.
Janganlah ragu untuk minta pada Yesus, apapun yg engkau kehendaki. Jiwa yg sungguh merindu Tuhan, pasti yang dikehendaki tidak akan jauh dari kehendak Tuhan sendiri, hingga apapun yg diminta akan terkabulkan. Jika hidupmu merasa kian rapuh, terpuruk dan gelap, menepilah sejenak heningkan diri dan rasakan dorongan batin terdalam, semoga getarannya adalah merindu Tuhan. Karena saat itulah Tuhan tengah menenun mata jiwamu agar menyatu denganNya, rasakan kedamaian yang menyelimutimu dan beranjaklah untuk bangkit dan berbuah.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita untuk mempererat hidup batin kita dengan Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki waktu yg seimbang untuk berjumpa dengan Yesus.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan buah yg baik dari perjumpaanku dengan Yesus.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk berjumpa dengan Yesus, hingga hidupku disembuhkan dan diperbaharui setiap saat. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

