SECERCAH HENING
Sabtu,16 November 2024
Luk 18: 1-8
“Buah Doa”
Menumbuk harapan fajar,
Mengayuh hari di siang terik,
Meneduh hati di senja teduh,
Tengadah syukur di remang malam.
Hidup makin berasa dengan doa,
Mengobarkan jiwa tuk mencinta,
Memoles hidup dengan rasa,
Memandang jernih hingga senja.
Lantunan doa yang tak jemu jemunya kita lantumkan pada Allah oleh karena suatu permohonan tertentu, secara tidak langsung akan membentuk ruang yg lebar bagi kehadiran Allah. Ruang kehadiran Allah yg makin lebar secara tidak langsung mempersempit ruang ego kita sendiri. Hingga pada tahap tertentu kita tidak lagi fokus terkabul atau tidak doa kita tetapi seberapa luas kita bisa memahami kehendak Allah. Itulah buah dari ketekunan sebuah doa. Seperti sabda hari ini.
Yesus mengatakan suatu perumpamaan untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dan tidak jemu-jemu.
“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yg siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka.”
Doa jelas tidak akan mengubah banyak hal dalam hidup kita. Namun doa yg tulus menjadikan hati kita dimurnikan terus menerus untuk. Hidup makin dituntun untuk selaras dengan kehendak Tuhan. Apa yg kita mau kadangkala tidak yg sungguh kita butuhkan. Doa bukan pertama tama mengajukan permohonan. Doa yg sejati adalah menjalin relasi yg intim dengan Allah, sehingga hati dan jiwa kita makin satu rasa, satu pikiran, satu pandangan atau satu frekwensi dengan Allah. Jika kita telah memiliki satu frekuensi dengan Allah maka apapun yg kita inginkan dan kehendaki akan selaras dengan kehendak Allah. Dari kesadaran ini akan terjadi bahwa doa kita selalu dikabulkan oleh Allah. Sebaliknya kita sering merasa doa kita tidak terkabul, bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada kita, tetapi jarak keinginan kita dengan kehendak Allah belum menyatu atau frekuensi kita dengan Allah tidak sama. Semoga dengan iman yg makin kuat yg di ungkapkan dengan relasi kita yg makin intim dengan Allah hidup kita makin serasa dengan Allah. Jangan ragu untuk terus berkanjang dalam doa, meski hatimu galau, pikiranmu kacau, ragamu lelah, nafasmu terengah, menepilah sejenak. Rasakan lelahmu bersama Tuhan bahkan nikmati air matamu bersama Dia, maka Tuhan akan menenun hatimu makin berasa dan makin matang dalam mengimaniNya.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita untuk mempererat hidup batin kita dengan Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar hidupkan mengalir dari kedalaman doaku.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan buah dari kekayaan doa.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk berdoa dan mewujudkan buah doa dalam hidup kami setiap hari. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

