SECERCAH HENING
Jumat,15 November 2024
Pesta St. Albertus Agung
Luk 17: 26-37
“Inner fire”
Berkobar membakar senja,
Menghidupkan tuas bernyala,
Ruang sepi jd saat mendamba,
Gigih kobarkan jiwa mencinta.
Titian hari jadi bermakna,
Mengisi diri dengan cinta,
Melayani dengan sukacita,
Melukis senja dgn jiwa terbuka..
Yesus berkata:
“Barang siapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya”.
Sabda ini keras, siapa yg sanggup tiba-tiba rela kehilangan nyawa. Pasti tidak. Namun sabda ini disampaikan dalam konteks kapan hadirnya Kerajaan Allah. Kapan Allah menyatakan diri kapada kita. Kita semua tak kuasa secuilpun untuk bisa mempertahankan nyawa dihadapan kemahakuasaan Allah. Memelihara dan kehilangan adalah dua situasi yg berlawanan namun bagi Allah tak ada bedanya. Memelihara nyawa dengan hidup yg terus mengobarkan api kasih dari kedalaman batin yg hidup dan berkobar “inner fire” yg terus menyala untuk mencintai Allah dan sesama, membuat kita makin siap untuk kehilangan nyawa yg menjadi pintu gerbang keselamatan. Meskipun kesiapan kita bukanlah usaha kita semata, namun terutama rahmat Allah. Inspirasi iman yg hendak ditekankan dari sabda ini adalah agar apapun situasi hidup yg tengah kita jalani dari hari ke hari: mungkin sedang sibuk, sedang santai, sedang galau, sedang happy, sedang bekerja keras, sedang panik, sedang makan atau minum, menanam atau menuai, membeli atau menjual, mengajar atau belajar, tidur maupun bangun, semua aktifitas yg serba biasa ini diajak untuk terarah pada Allah. Artinya segala sesuatu yg terjadi dalam hidup keseharian kita diharapkan mampu menumbuhkan semangat ketergantungan kita pada Allah dan di persembahkan sebagai ungkapan cinta kepada Allah. Untuk bisa membangun kesadaran yg terarah pada Allah dibutuhkan energi yg positif,karena kecenderungan kita menghindar dari pengaruh Allah. Energi positif untuk bisa mengarahkan kesadaran pada Allah adalah membangun kebiasaan merawat,mendekati,memelihara dan mengobarkan hidup batin “inner fire” yang ada dalam lubuk terdalam hati kita. Energi ini akan terbangun jika kita rawat, sapa dan peluk tiap waktu. Buahnya adalah membuat kita damai dan fokus menjalani hari hari kita dengan energi yg kita timba dari sumur kedamaian yaitu Allah sendiri. Seperti teladan St. Albertus agung. Disebut agung karena kesuciannya yg mendalam, memadukan ilmu pengetahuan alam dengan pengalaman akan Allah yg kudus. Devosinya yang mendalam kepada sakramen maha kudus dengan bunda Maria menuntunya pada pengalaman hidup rohani yg kuat untuk membawanya pada selera kekudusan yg mendalam. Apapun yg dilakukan baik mengajar, menulis aneka buku – buku maupun berkotbah membawanya pada pengalaman yg makin dekat dengan Allah. Kontemplasi dan pewartaan menjadi dua sisi hidup yg tidak terpisahkan dibalut dengan hidup saleh. Jangan takut untuk menjadikan tiap momen, tiap saat adalah saat kita mengarahkan diri pada Allah, atau menjadi saat merawat batin agar makin berkobar untuk mencintai Allah, sesama dan kehidupan ini.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita untuk mempererat hidup batin kita dengan Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar diri kita menjadi tanda kehadiran Allah dari hari ke hari.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan pengalaman membuahkan inner fire sebagai buah iman yg mendamaikan.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk mewujudkan hadirnya kerajaan-Mu dalam hidup kami setiap hari. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

