SECERCAH HENING
Kamis,14 November 2024
Luk 17: 20-25
“Belajar Percaya”
Tergoncang oleh realita,
Terpana oleh dayaNya,
Mengayuh titian bermakna,
Belajar tuk makin percaya.
Indah dalam balutan rasa,
Menata hidup dengan Cinta,
Tanda-tanda bersimpul makna,
Menanti senja dengan sukacita.
Belum lama kita tersentak oleh bencana meletusnya Gunung Lewotobi di NTT. Musim hujan angin di beberapa wilyah kita, yg sebelumnya didahului dengan kemarau yg panjang dan kekeringan, di dekat laut kena stunami, tinggal di darat kena gempa, di lereng gunung kena larva, lewat di udara, pesawat celaka. Tanda apakah ini? Apa yg Tuhan kehendaki ?.Dan Apa kesalahan yg telah kita buat ?. Banyak orang beriman kemudian makin tunduk berdoa, supaya selamat. Kita semua hampir tidak pernah tahu akan ada apa dalam hidup kita, kita ingat para Bapa bangsa juga tidak tahu banyak, nabi Nuh tidak pernah tahu ketika membuat perahu sebelum air bah tiba, nabi Musa tidak pernah tahu bahwa air laut bisa terbelah dengan tongkatnya, Abraham juga tak tahu sampai pisau terayun di atas leher putra tunggalnya. Ternyata Tuhan menyatakan kuasaNya pada detik-detik terakhir pengharapan kita. Demikian juga soal kehadiran kerajaan Allah seperti digambarkan dalam sabda hari ini:
“Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya kerajaan Allah ada diantara kamu”.
Dari semua pengalaman ketidaktahuan kita akan kemahakuasaan Allah. Kita hanya diminta untuk percaya dan turut mewujudkan suasana
Kedatangan Allah. Karena Kehadiran Allah sering kali disertai dengan penolakan yg dasyat. Bahkan mungkin dari batin kita sendiri yg lebih dulu melakukan aksi penolakan terutama jika apa yg terjadi tidak sesuai dengan keinginan ego kita.
Sementara kerajaan Allah yg dimaksud bukan soal kerajaan duniawi tetapi Allah yg meraja dalam hati setiap orang. Ketika kita percaya pada kuasa Allah kita makin yakin seburuk apapun situasi hidup, bisa menjadi saat Tuhan sendiri menjadi raja atas hidup kita. Tak perlu tanda lahir dari luar yg hebat, tetapi tanda bantin yg makin mengasihi, jiwa yg makin mengampuni, wajah yg makin bersahabat, perkerjaan yg makin menjadi berkat, keluarga yg makin harmonis. Semua itu akan membawa atmosfire kehidupan di bumi seperti di dalam surga. Untuk itu dibutuhkan kesadaran dan kepekaan batin yg ditimba dari sumbernya yg tak habis ditimba yaitu relasi dekat dengan Allah. Mari janganlah ragu lagi untuk terus percaya pada Allah apapun situasi hidup kita.
Contemplating
Mari heningkan hati. Tarik dan hembuskan nafas dgn lembut. Sadari tiap tarikan nafas adalah saat kita menimba kekuatan Allah. Lepas aneka hal yg menghalangi kita untuk mengalami kedamaian melalui setiap hembusan nafas kita. Lakukan dgn penuh kesadaran. Jadikan tiap tarikan nafas kita adalah saat terhubung dengan Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar diri kita menjadi tanda kehadiran Allah dari hari ke hari.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan pengalaman surga di bumi bagi sesamaku.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk mewujudkan hadirnya kerajaan-Mu dalam hidup kami setiap hari. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

