Secercah Hening: Indahnya Bersyukur

SECERCAH HENING
Rabu,13 November 2024

Luk 17: 11-19

“Indahnya Bersyukur”

Kuberlari tuk menepi,
Menepis ragu tuk mencari,
Kesembuhan di ujung hari,
Melukis senja dgn hati.

Getaran syukur goncang nyali,
Lupakan masa lalu insani,
Tuk raih sukacita bagai api,
Menyala tiada bertepi tuk mencintai,

Tak ada seorangpun yg sungguh-sungguh lemah, miskin dan menderita sampai ia tidak dapat bersyukur, demikian juga tak ada seorangpun yg sungguh kuat,kaya,hebat yg tidak butuh untuk mensyukuri anugerahNya. Jadi jiwa bersyukur tak mengenal status. Syukur adalah sikap batin atau sikap dasar iman yg membuat seseorang mampu memandang kehidupan sebagai anugerah dari Allah. Tanpa sikap syukur pertumbuhan iman kita akan mandek, kering dan lama kelamaan mati. Karena syukur lahir dari hati yg telah dilunakkan,disentuh,disadarkan,dibuka dan dipenuhi oleh lumasan atau adonan rahmat Tuhan. Sikap syukur akan berdampingan dengan jiwa rendah hati.Saya sadar bahwa sebagai human being manusia biasa, saya pada dasarnya adalah manusia rapuh, menjadi kuat dan bisa berbuat banyak hal pertama tama karena kekuatan yg diberikan dari Tuhan. Kesadaran itu membuat seseorang menjadi rendah hati, dari buah kerendahan hati mengalirkan sikap syukur. Namun untuk bisa menjadi humble dan bersyukur manusia butuh panggung kehidupan atau peristiwa hidup yg menyentuh. Seperti pengalaman sepuluh orang kusta yg disembuhkan oleh Yesus dalam sabda hari ini :

“Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Dimanakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah diantara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari orang asing ini?” lalu Ia berkata kepada orang itu: ” Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”.

Iman kepada Yesus menyelamatkan kita dalam segala kesulitan dan pergumulan hidup. Itulah yg dialami kesepuluh orang kusta yg mengalami kesembuhan berkat iman kepada Yesus. Orang Samaria yg disebut orang asing adalah satu satunya yg dipuji Yesus karena kembali utk bersyukur dan memuliakan Allah berkat kesembuhannya. Iman yg dirayakan dengan rendah hati dan penuh syukur akan mendatangkan sukacita dan keselamatan. Apakah kita siap untuk merayakan iman itu tiap hari? Melalui kebiasaan bersyukur dalam pergumulan hidup setiap hari? .Bersyukur tentu tidak harus menjadi kusta, atau mengalami kedasyatan dalam hidup yg nampak spektakuler. Bisa sehat, bisa makan, bisa tidur nyenyak, bisa melayani,dll pola hidup reguler inipun bisa menjadi pangggung kehidupan kita untuk merayakan hidup dengan penuh syukur. Kalau kita semua orang Indonesia memiliki habituasi sikap syukur kita yakin tak akan ada lagi orang yg korupsi, rebutan kursi, rebutan posisi,dll.Maka marilah kita warnai panggung kehidupan kita dengan sikap syukur setiap hari, syukur karena kita bisa bersyukur. Sehingga Tuhan makin dimuliakan dalam sikap, tutur kata, tindakan dan aneka pekerjaan dan penderitaan kita. Jangan ragu untuk terus bersyukur atas aneka peristiwa yg terjadi dalam hidupmu. Jika engkau percaya pada Tuhan dengan sikap syukur, hidup yg gelap sekalipun akan membawa kita memiliki energi utk meraih terang. Karena skenario Allah selalu menyelamatkan kita. Yang dibutuhkan dari kita adalah percaya dan berusaha. Selebihnya adalah urusan Tuhan. Beranikah kita untuk terus percaya ?

Contemplating
Mari kita heningkan raga, rasa, jiwa kita sejenak. Hirup nafas dengan lembut hembuskan setiap kegundahan dengan tulus, rasakan pelukan Tuhan lewat tiap tarikan nafasmu. Rasakan hangatnya cinta Tuhan. Sentuhlah hatimu dengan tanganmu, tersenyumlah. Rasakan hadirnya kasih sayang Tuhan.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar selalu bersyukur dalam segala situasi.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan wajah kerendahan hati dan jiwa penuh syukur.

Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar tiap hari mampu bersikap rendah hati dan mudah bersyukur dalam segala situasi dan pergumulan hidup ini. Hingga nama-Mu semakin kami muliakan Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *