Menepi di ujung hari,
Menemani tiap sepi,
Berjuang untuk mencari,
Kebahagiaan yg sejati.
Berlelah di titian hari,
Berjuang tiada bertepi,
Berteman keraguan diri,
Di ujung hari kepastian menanti.
Hidup sejati adalah pencarian makna dalam titian waktu. Pencarian bertumbuh dari hari ke hari, saat pagi hari dan berakhir malam hari, pada menit terakhir sebelum menutup mata untuk menutup hari. Apa yg sesungguhnya kita cari di situ ? Ada banyak macamnya bisa nafkah utk hidup, cinta, kepercayaan, uang, pekerjaan, nama baik, kedamaian, kesejahteraan, prestasi,dll. Kadangkala pencarian itu berbalut dengan situasi pergulatan yg tidak mudah. Pada satu waktu kita malah dihadapkan pada situasi batas yg menggoncang, seperti situasi saat ini, wabah pandemi Covid-19. Bisa saja mengubah wajah pencarian kita tentang apa yg paling berarti dalam hidup kita. Dan membelokkan pada jalan baru yg mengubah habit dan pola hidup sebagai second journey jalan kedua atau lebih tepatnya jalan baru yg sebelumnya tak pernah terpikirkan. Namun esensi pencarian tetap ada sampai kapanpun, seperti dalam Injil hari ini:
“Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu “.
Pertanyaan bagi kita apakah yg paling berharga bagi hidup kita? kisah Injil, menjadi jelas bahwa pencarian hal yg paling berarti dalam hidup tak lepas dari pengalaman hadirnya Kerajaan Allah dalam hidup. Kerajaan Allah hadir ketika kita mulai terbuka terhadap apapun yg terjadi dalam hidup kita sehari-hari dalam keluarga, pekerjaan, relasi, dan pergaulan kita dengan sikap terbuka untuk disapa Allah yg kadang membelokkan kesadaran dan penemuan akan sesuatu yg baru. Mutiara kehidupan akan kita raih bukan nanti saat kita mati, tetapi bisa dimulai di sini saat ini. sejauh mana mulai saat ini kita telah mempertaruhkan segala sesuatu untuk hal yg paling berharga itu yakni pengalaman akan Allah, lewat pekerjaan, pergaulan, pergulatan, kegagalan, kesuksesan dan apapun yg kadang memaksa kita melewati jalan baru yang mungkin menjadi jalan kedua second journey yg mendobrak pola lama kita yg serba nyaman dengan pola baru. Dampak wabah pandemi ini, kita juga dibawa pada budaya baru, pola kebiasaan baru, pola bekerja yg baru yg sebelumnya tak pernah terbayangkan, sebagai second journey. Sanggupkah kita menemukan nilai -nilai yg berharga di dalamnya ?. Ataukah hanya kita maknai sebagai sebuah bencana ? Semoga inspirasi sabda hari ini menyadarkan kita untuk menjadikan setiap saat sebagai saat pencarian dan penemuan mutiara hidup yg dari padanya membuat hidup kita selalu baru dengan harapan yg baru, semangat baru.Karena di setiap titik batas kemampuan dan kemanusiaan kita selalu akan ada second journey yg membuat kita terkejut, tapi tak menutup kemungkinan dari situlah mutiara hidup yg pantas dibeli dengan sebuah pertaruan harga yg disediakan bagi kita.
Jangan takut untuk memulai apapun yg kau pandang baik dan bernilai, meski untuk itu engkau harus bertaruh lelah, terluka, dan berputusasa. Namun yakinlah jika keutamaan hidup yg engkau kejar, pastilah Tuhan ada dan menemanimu disetiap titian perjuangan itu. Jangan takut lelah.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali cara Tuhan menuntun kita masuk dalam pengalaman Kerajaan Allah
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menanggapi undangan Tuhan.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin menemukan apa yg paling berharga dalam hidup
Praying
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar dari setiap kesulitan hidup yang kami hadapi, hingga kami menemukan hal yg paling berharga dalam hidup yakni keselamatan dalam Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
