SECERCAH HENING
Kamis, 23 Mei 2024
Mrk 9: 41-50
Hadir untuk mewarnai,
Ada untuk memvibrasi,
Kedalaman yg terus dimaknai,
Menyatu tuk menggarami.
Tubuhmu adalah bait Allah, kecantikanmu terletak pada kedalamanmu membiarkan Tuhan berkarya dan tinggal di hatimu yg paling teduh.
Seringkali kita menghargai, menilai tubuh dengan cara yg ekstrim. Banyak biaya dikeluarkan atau dianggarkan untuk sebuah penampilan tubuh yg menawan dan tampil prima atau sempurna secara fisik.
Karena tubuh bagi kita tak jarang, menjadi simbul atau representasi dari jati diri kita yg sebenarnya. Hal ini tidak salah, namun perlu tetap disadari bahwa ada hal lain yg membuat tubuh menjadi bernilai lebih ketika ditempatkan dalam konteks sebagai citra Allah yg dicipta untuk kemuliaan-Nya. Seperti dalam Injil hari ini:
Yesus berkata:
“Jikalau tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung daripada dengan tangan utuh kedua tanganmu dibawa ke neraka.Jikalau kakimu menyesatkan engkau, penggallah. Lebih baik masuk dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh tetapi dicampakkan ke neraka. Dan jikalau matamu menyesatkan, cungkillah karena lebih baik masuk ke kerajaan Allah dengan mata satu dari pada bermata dua dicampakkan ke neraka …hendaklah kamu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yg seorang dengan yg lain”.
Pesan Injil hari ini tentu tidak dimaksudkan Yesus supaya kita semua cacat atau difabel tetapi menyadarkan kita akan pentingnya mengendalikan hawa nafsu atau hidup yg semata mata didorong oleh kebutuhan tubuh.Tetapi sebaliknya mengoptimalkan fungsi anggota tubuh untuk memuliakan Allah, dan menjadi sarana yg utuh untuk terlibat total dengan karya penyelamatan Allah. Dan menjadikan tubuh makin kudus karena kita fungsikan untuk jalan kekudusan kita.Dimana seluruh anggota tubuh kita sehat dan prima bukan untuk dikagumi orang, tetapi untuk bekerja dan diabdikan bagi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. Karena dari anggota tubuhlah kita bisa berbuat dosa dan akibatnya bisa membawa kebinasaan bagi diri kita sendiri dan sesama. Maka perlu diberkati setiap saat, melalui doa yg indah yakni berkat Dominikan yang memberi perhatian pada spiritualitas tubuh dengan memohon pada Allah agar anggota tubuh kita disucikan untuk diabdikan bagi pewartaan dan keselamatan jiwa kita sendiri dan sesama. Semoga semua anggota tubuh kita yg kita rawat dengan baik melalui olah raga,olah rasa, olah jiwa, dan asupan gizi rohani dan jasmani yg baik menopang semangat kita untuk menyucikannya bagi kemuliaan Allah dan kehidupan yg lebih berkualitas. Kita kendalikan mata kita untuk selalu melihat yg baik, kita tata telinga kita untuk bisa mendengarkan dengan tenang, dan kita tata mulut kita agar selalu berkata kata penuh berkat serta tangan dan kaki berjalan seturut tuntunan Tuhan. Jangan takut untuk jatuh, tapi takutlah jika berbuat dosa. Hendaklah hidupmu selalu memiliki garam yg mewarnai kehidupan di sekitar dengan rasa.Rasa atau aroma Allah yang mendamaikan lewat kata, dan tindakan kita sekecil apapun yg bisa kita buat.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa, budi dan kehendak agar menopang kita dalam kekudusan.
Actuating
Membiasakan diri hidup apa adanya. Menerima setiap kelemahan dan mengolahnya menjadi kekuatan utk berjuang maju.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan hidup apa adanya.
Praying
DOA BERKAT DOMINIKAN
Semoga Allah Bapa memberkati kita, Semoga Allah Putera menyembuhkan kita, semoga Allah Roh Kudus menerangi kita, dan memberi kepada kita: Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, tangan untuk melaksanakan karya Allah, kaki untuk berjalan, dan mulut untuk mewartakan Sabda Keselamatan. Semoga Malaikat Perdamaian menjaga kita dan akhirnya berkat rahmat Tuhan membawa kita ke KerajaanNya. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
