Suara dari Lorong Keheningan

SECERCAH HENING
Minggu, 19 Mei 2024
Hari Raya Pantekosta

Yoh 15: 27-28 16 : 12-15

Menubuh dalam rasa,
Terdengar lewat suara,
Berwajah dalam eksplorasi cinta,
Berbuah dlm tindakan nyata.

Menusuk hening di kalbu,
Memvibrasi tanpa ragu,
Mendesak minta waktu,
Dia ada dlm ruang & waktu.

Suara kebenaran sering mengiang, mendesak, mengusik dan berbisik dilorong keheningan, suaranya bisa lebih nyaring dari suara kemanusiaan kita. Namun kadang digerus oleh ketakutan kita, suara kebenaran itu akan pelan-pelan tenggelam didasar ego. Hingga lama-kelamaan sayup-sayup menghilang jika tiada tempat bersinggah. Dan kepekaan akan suara kebenaran musnah. Sabda Yesus hari ini mengingatkan kita akan diutusnya Roh Kebenaran yang akan memimpin kita dalam seluruh kebenaran. Roh kebenaran kadang mengambil wujud suara lembut direlung batin kita yang terdalam. Untuk mengenalnya dibutuhkan kematangan hidup dalam Roh, maka Yesuspun bersabda kepada para murid dalam Injil hari ini :

“Sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu dalam seluruh kebenaran”.

Yesus menyiapkan para muridNya terlebih dahulu dalam sebuah relasi intim sebagai sahabat, persahabatan yang tak musnah oleh kematian karena dari padaNya akan diutus Roh Kudus yang takkan memutus relasi KasihNya. Berbekal pengalaman kasih Allah ini, kuasa Roh Kebenaran baru akan bermakna dalam hidup para murid dan juga bagi kita. Setelah kematianNya tiada lagi kehadiran Yesus yang menyertai mereka. Yang ada adalah bimbingan Roh Kudus yang akan menggerakkan hati setiap orang untuk menjadi penolong satu terhadap yang lain. Roh tidak akan bekerja dalam awan dan angin tetapi bekerja lewat tanah subur yaitu hati setiap manusia. Apakah hati kita siap didiami Roh Kebenaran? Hingga hidup kita senantiasa dibimbing oleh suara kebenaran ataukah kita lebih mengutamakan suara ego? Roh Kebenaran kadang membuat kita terluka karena ketika kita menyuarakannya, lingkungan dan dunia kita lebih mengutamakan suara mayoritas, suara kebenaran sering berbenturan oleh suara kenyamanan. Namun bagi hati yang mencinta, suara kebenarannya tak akan mati oleh benturan dan penolakkan. Sanggupkah kita senantiasa dibimbing oleh Roh kebenaran itu dalam hidup setiap hari.

Contemplating
Marilah kita membenamkan diri dalam keheningan untuk merasakan pengalaman dicintai Allah dalam bimbingan RohNya.

Actuating
Pertegas gerak batin agar mampu mendengarkan dan melakukan suara kebenaran.

Reflecting
Mari memaknai keseharianku, bertumbuh dalam bimbingan Roh.

Playing
Yesus Tuhan ajarilah kami makin peka untuk dibimbing Roh KudusMu, hingga kebahagiaan kami dalam mengimani Engkau mendorong kami untuk berbuat kebaikan dan kasih bagi sesama kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *