Suara Keheningan

SECERCAH HENING
Minggu, 29 September 2024

Mrk 9: 38-43.45.47-48

Mendengar yg tak bersuara,
Mencipta yg tak pernah ada,
Memaknai dgn kelembutan jiwa,
Makin mencintai yang ada.

Semua orang dilahirkan dalam keadaan baik,suci dan dicipta secitra dengan Allah. Hal yg paling agung bahwa kualitas seseorang banyak dibentuk oleh kemurnian hatin yang bersumber dari suara keheningan yakni suara Tuhan sendiri.Suara Tuhan seringkali mengambil bentuk suara hati yg alami untuk melahirkan kebaikan dan kebenaran. Hanya oleh karena perkembangan peradaban, budaya, dan keyakinannya membuat manusia jadi terkotak-kotak. Namun sejatinya suara batin terdalamnya adalah sama, yaitu hidup yg dituntun oleh suara kebenaran. Dan bagi yang memiliki kedalaman hidup tertentu, ia tak akan sanggup menolak dan memanipulasi kebenaran itu. Hal ini seperti dikisahkan dalam Injil hari ini:

“Sebab tidak seorangpun yg telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barang siapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita “.

Yesus dalam sejarah-Nya tak pernah mendirikan agama yang berfungsi melegalkan secara hukum tentang keikutsertaan siapapun yang mengikuti jalan hidupNya. Karena yang penting bagi Yesus bukan soal seseorang itu menjadi pengikut-Nya atau tidak, tetapi menghendaki agar semua bangsa menjadi murid-Ku untuk mewartakan khabar baik.
Menjadi murid sejati berarti belajar menemukan dan mengikuti apa yang diperbuat olah guru-Nya. Mengikuti guru karena ia telah menemukan kebenaran dalam jati diri hidup seorang guru itu yang berbunyi nyaring di dasar hatinya.
Dan suara kebenaran itu tidak bisa dibatasi oleh agama, keyakinan, suku bangsa, bahasa, dll. Maka meski seseorang tidak mengimani Yesus namun jika membuat kebaikan, mujizat atas nama-Nya, maka mereka dipihak Yesus atau mengabdi pada suara kebenaran yang ditemukan dalam keheningannya.
Jangan ragu untuk menjumpai keheningan, berteduhlah sejenak, biarkan tuas lembut kebaikan menguasaimu dan janganlah menunda untuk berbuat baik yang lahir dari keheninganmu. Maka hidupmu takkan pernah sia-sia meski nampaknya mengalami banyak kegagalan. Teruslah berbuat baik meski kecil sekalipun. Dan bersukacitalah dengan tanpa mengharap pujian dari manapun.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa, budi dan kehendak untuk bisa mengosongkan diri supaya Allah yg menguasai kita.

Actuating
Membiasakan diri hidup apa adanya. Menerima setiap kelemahan dan mengolahnya menjadi kekuatan utk berjuang maju.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan hidup apa adanya.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya agar kami layak memasuki Kerajaan-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *