Tak sekedar mindfulness

SECERCAH HENING
Senin, 10 Juni 2024

Mat 5 : 1-12

Berhembus di ruang keniscayaan,
Mencari kepenuhan dlm kepapan,
Bergegas wujudkan harapan,
Gapai ilusi kebahagiaan.

Berkubang di ruang nyata,
Menangis di sela bahagia,
Sukacita dlm hidup nestapa,
Kebahagiaan yg sejati tercipta.

Di jaman yg makin maju orientasi hidup bahagia makin disadari, dikejar dan ingin dipenuhi oleh setiap orang. Bahkan kesuksesan sebuah bangsa bisa diukur juga dari tingkat kebahagiaan warganya. Banyak upaya manusia modern menyadari bahwa kebahagiaan sejati bukan soal terpenuhinya hal-hal duniawi, tetapi sebuah fokus kesadaran yg dibangun dan kedalaman hati dan cinta maka gerakan “mindfulness” menjadi sangat laku keras dan diminati oleh orang yg ingin menemukan kebahagiaan hidup di tengah padatnya rutinitas pola hidup modern. Padahal kebahagiaan sejati juga bukan sekedar membangun pola mindfulness. Tetapi ukuran kebahagiaan sejati adalah representatif dari sabda bahagia Yesus yakni :

“Berbahagialah orang yg miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yg berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yg lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yg lapar akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan… “.

Para murid Yesus memberikan model kepada kita bahwa mereka disebut berbahagia pertama tama karena telah mengambil bagian pada kemiskinan dan penderitaan dalam perjuangan mengikuti Kristus. Dan kehausan mereka akan kebenaran dialami dalam perjumpaan dengan Tuhan yg dirindukannya. Semoga dengan inspirasi sabda hari ini kitapun mampu mengusahakan kebahagiaan bukan sekedar ‘mindfulness’ semata tetapi hidup yg disemangati oleh semangat Yesus yg terfokus pada terwujudnya kehendak Bapa-Nya. Sabda bahagia adalah tawaran kebahagiaan yg kontras dan cenderung ekstrem dengan era millenial yg hidup dengan kemudahan dan kenyamanan. Banyak kebahagiaan instan bisa dilayani dan didapat tanpa harus berlelah lelah apalagi menderita untuk mendapatkannya. Mentalitas usapan ‘dua jempol’ dengan pola hidup serba online mempermudah yg sulit, memdekatkan yg jauh dan mengadakan yg tidak memiliki. Namun disatu sisi kenyamanan hidup yg mudah di dapat seringkali memudahkan munculnya “kegalauan” dan kekosongan hidup. Banyak orang kehilangan orientasi hidup dan kesadaran, sehingga hidup seperti robot. Sabda Bahagia hadir memberikan “oase kesadaran baru”. Bahwa kalau orang miskin, orang berduka cita, orang yg lapar dan haus akan kebenaranpun malah dipuji bahagia oleh Yesus, dan beroleh kerajaan Surga, maka nilai kebahagiaan menjadi sangat relatif. Kebagaiaan yg sejati pada akhirnya bukan “to have” apa yg bisa saya miliki, tetapi “to be” proses menjadi bahagia yg sejati yakni hidup yg dikehendaki Allah. Yakni mengambil bagian kedalaman hidup Tuhan sendiri. Yang miskin artinya mengandalkan hidup pertama tama karena kemurahan hati Allah. Letaknya tentu bukan soal kaya atau miskin tetapi soal “sikap hati” orang kayapun tetap bisa dipuji bahagia jika mampu membangun kesadaran batin “mindfulness” dengan hidup rendah hati dan mengandalkan kuasa Allah. Janganlah ciut hatimu, manakala hidupmu mengalami banyak berkekurangan, lapar dan haus akan makna hidup, sebab dari situlah kita tengah ditarik dalam jangkauan Tuhan utk makin mengandalkanNya dan hidup penuh hikmat. Bersabarlah mengenali rancanganNya yg agung.

Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, dan menimba kebahagiaan sejati pada Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar berani mengusahakan kebahagiaan dengan mengikuti kehendak Allah.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan pertumbuhan menjadi bahagia karena hidup dalam semangat Kristus.

Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah menumbuhkan kesadaran untuk membangun kebahagiaan hidup kami seturut dengan kehendak-Mu demi keselamatan kami. Dalam Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *