SECERCAH HENING
Jumat,6 September 2024
Luk 5: 33-39
Jangan lelah menebar jalamu
Jangan lelah bermimpi
Dan membangun lagi
Peradaban perdamaian
Taburkan peradaban kasih
Sebarkan aroma pengharapan
Jadilah pembangun harapan
Berjalanlah bersama
Baris kalimat di atas adalah cuplikan homili Bapa Suci pada misa akbar di Gelora Bung Karno kemarin. Sebuah anggur kehidupan baru yakni peradaban kasih tanpa batas. Kotbahnya nyata bukan hanya lewat kata kata tetapi aroma sukacita baru yg tanpa batas.90 ribu orang memenuhi gelora bung karno kemarin mengubah menjadi gelora baru yg hidup dipenuhi sukacita baru. Tangis haru dan sukacita menjadi aroma baru yg tertebar. Badan lelah berubah menjadi sukacita karena kehadiran yg menyapa dekat dan memeluk erat kemanusiaan kita yg diwakili oleh sebagian anak anak terberkati yg dipeluk erat oleh Bapa Suci. Ini memberi oase sejuk yg mengubah iklim yg panas menjelang pilkada di negeri ini. Kantong kantong berita kusut diubah menjadi kekaguman akan keserhanaan, kasih dan sukacita Injil menjadi sebuah kehebohan baru. Hal ini senada dengan Injil hari ini.
“Tak seorangpun mengisikan anggur yg baru ke dalam kantong kulit yg tua, karena jika demikian, anggur yg baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun akan hancur”.
Pada jaman Yesus, kantong anggur tua terbuat dari kulit kambing atau domba jika anggur disimpan cukup lama akan menghasilkan anggur yg enak sekaligus mengerak di dinding kantong sebagai hasil fermentasi. Namun jika kantong yg tua itu dimasuki anggur baru, maka kantong yg sudah usang dan mengerak itu, akan robek karena tekanan fermentasi yg dimulai lagi dari awal. Perumpamaan itu jelas mau menegaskan bahwa anggur baru artinya berkat, karunia baru, hidup baru, kebiasaan baru, atau anugerah illahi yg diberikan kepada
kita dari Tuhan. Anugerah anggur baru itu butuh kantong iman, keterbukaan kasih, kebiasaan kudus, pola hidup yg dipimpin Roh, supaya anggur itu berguna dan tidak mengoyakkan wadah yaitu tubuh atau diri kita. Anggur baru yg merupakan sesuatu yg ilahi yg dianugerahkan kepada kita menjadi sia- sia dan merobek kehidupan, manakala tidak disiapkan diri atau wadah yg sanggup menerima anugerah dengan hidup yg layak dihadapan Tuhan. Marilah kita sambut anggur baru Allah dengan wadah yang bersih dari dosa dan kuat dalam perbuatan kasih, serta keterbukaan hati menerima dan bekerjasama dengan keberadaan anggur yg baru lewat kebiasaan atau pola hidup yg terus diperbaharui. Marilah kita jadikan tubuh, jiwa dan hati kita menjadi kantong yg siap diperbaharui lewat anggur baru Allah. Hingga hidup kita layak terus menerus berfermentasi menjadi anggur yg memberi rasa enak bagi kehidupan ini, sekaligus siap menjadi kantong yg tidak mudah robek karena dikuatkan oleh tenunan kasih dan hubungan yg kuat dengan tali hati bersama Allah. Jangan ragu menerima setiap anugerah Allah yg kadang tidak mudah kita kenali sebagai anggur baru, meski untuk itu kita harus merangkul aneka duka, kesedihan, penderitaan namun dengan sikap batin yg terbuka pada Allah. Mengutip pesan terakhir Bapa Suci dalam homili saat misa di GBK “Berjalanlah bersama untuk kebaikan Gereja dan masyarakat. Jadilah pembangun haralan Injil yg tidak memgecewakan melainkan membuka kita menuju sukacita tanpa akhir.
Contemplating
Hening…… Hadir penuh dihadirat Tuhan. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba belas kasih Tuhan. Biarkan Tuhan mengisi ruang batin kita.
Actuating
Membiasakan diri hidup sebagai anggur baru yg memberi rasa bagi kehidupan.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan rendah hati memandang realitas secara baru.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang mencintai, agar hidup kami semakin berkenan di hatimu dan layak mebjadi kantong yg kuat dan lembut bagi matangnya anggur baru Allah. Hingga hidup kami makin matang yg layak memberi rasa yg menyegarkan bagi kehidupan ini.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
