Law for love

SECERCAH HENING
Sabtu, 7 September 2024

Luk 6:1-5

Menari dibatas waktu,
Terkoyak dalam gerak yg membatu,
Keindahan tak tercipta jika kaku,
Simpul Cinta membuat jadi baru.

Aturan bukan suara yg membisu,
Hingga semua lidah jd kelu,
Peradaban yg tercipta jd hati baru.
Kasih melembutkan hidup yg kaku.

Setiap tradisi hidup atau peradaban manusia selalu memiliki nilai-nilai keutamaan yg jika dijalankan dengan cinta yg penuh, akan membentuk kearifan hidup bagi anggotanya atau “virtue citizen” Namun bukan tradisi itu yg menjadi keutamaan tetapi nilai yg telah dibatinkan,diolah direfleksikan menjadi tuntunan perilaku manusia yg bertumbuh dan dipadukan dengan imannya. Namun jika aturan tradisi itu dijalankan dengan kaku,keras tanpa semangat kasih, bisa jadi melunturkan nilai keutamaan dan kearifan manusia dan bahkan bisa menghancurkan kemanusiaannya.Hal ini persis seperti yg dikisahkan dalam Injil hari ini:

Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya:”Lihat ! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat ?”…lalu kata Yesus:” Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat”.

Semestinya Sabat membawa sukacita dan keselamatan bagi orang yg menjalankannya, karena Sabat merupakan bentuk ungkapan kasih manusia kepada Tuhan dan sebaliknya.
Inspirasi bagi kita semoga aturan-aturan hidup bersama dalam peradaban baru dapat kita hayati dengan semangat kasih, sehingga menjadi jalan yg mengantarkan kita pada kesempurnaan hidup seturut kehendak Tuhan. Gaya hidup yg melahirkan gaya hidup optimis yg penuh sukacita dan menghantar kita pada keselamatan. Jangan takut dan ragu utk hidup dengan cara cara baru yg makin optimis, terbuka dan terus maju asalkan makin hidup mengasihi pada diri sendiri (self care) sesama dan Tuhan. Bapa Suci berpesan menangis lebik baik dari pada marah. Sebab marah melukai hati, tetapi air mata dalam diam mampu menembus hati dan. ruang jiwa .

Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri agar mampu menyelami samodra kasih Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dan mampu menghayati aturan hidup bersama dengan semangat kasih.

Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin peka bahwa Allah mengasihi kita dan menarik kita makin bertumbuh dalam kedewasaan kasih.

Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar makin tenang dan matang dalam menyikapi setiap tekanan hidup dan ajarilah kami tetap rendah hati dan rela disapa dan menimba rahmat dan keutamaan dalam setiap aturan hidup bersama baik dalam masyarakat maupun dalam keluarga dan komunitas kami. Demi Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *