SECERCAH HENING
Sabtu, 25 Mei 2024
Mrk 10: 13-16
Ringkih tuk menanti senja,
Tapaki fajar dgn riang ria,
Alami dalam tatapan rasa,
Dekapan kasih kuatkan jiwa.
Suatu saat saya pernah ingin mengulang atau memutar waktu, untuk mengalami kembali masa-masa kecil dengan pengalaman penuh warna, yg ada di hati dan pikiran adalah bebas bermain, happy, nyaman, aman dengan dunia yg riang dan ringan penuh canda tawa dengan bebas. Rupanya oase kehidupan yg demikian juga sangat dipahami dan menjadi passion Yesus dalam karya-Nya hingga Yesus berkata:
“Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga. “.
Kerajaan surga nampaknya mau digambarkan sebuah oase alamiah, kehidupan yg alami, murni, tiada manipulasi raslitas dengan seluruh suasana yang sangat dekat dengan Yesus. Atau keadaan yang terberkati karena membiarkan setiap orang memiliki tempat yg leluasa untuk dekat dengan Yesus Tuhan. Dunia anak kecil kemudian digambarkan identik memiliki jiwa yang suci, yang berasal dari warisan kesucian Allah sendiri dalam hal : ketulusan hati, kejernihan budi, kebersihan nurani dan kepolosan sikap dan kesahajaan tindakan. Kesucian semacam itu diharapkan juga dimiliki oleh setiap orang yang ingin masuk dalam Kerajaan Surga. Apakah kita telah memurnikan diri tiap hari dengan kesucian yang diharapkan Tuhan ?. Marilah saatnya kita belajar dari kemurnian hidup seorang anak kecil….hari ini, di sini, saat ini, hingga kehidupan yg kita jalani ini mampu memberikan iklim dan oase kehidupan yg lebih baik. Mari kita peluk kembali dengan penerimaan dan kasih akan “inner child” kita. Mungkin di saat kecil kita pernah terluka, tak bahagia namun dengan penerimaan kasih dari Yesus mari kita peluk kembali. Kita bawa diri kita yg kecil kepada Yesus yg siap memeluk kita dengan berkatNya hingga membawa kita hidup penuh keriangan memandang segala sesuatu dalam perspektif kebaikan. Jangan ragu untuk membiarkan dirimu yang kecil dipeluk Tuhan. Biarkan masa lalumu diberkati hingga menjadi teranglah masa depanmu di dalam Tuhan.
Contemplating
Marilah kita mengheningkan hati,budi, jiwa dan seluruh diri sampai hati kita menemukan kedamaian.
Actuating
Membiasakan diri hidup murni dan tulus apa adanya dalam keseharian kita.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hidup murni dan sederhana.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg tulus dan murni seperti anak kecil, dan berani mempercayakan hidup sepenuhnya kepada-Mu Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
