SECERCAH HENING
Rabu, 26 Oktober 2022
Luk 13: 22-30
“Berjuanglah”
Bergegas meniti titiap hari,
Terik menerpa wajah berseri,
Senyum mekarkan hati,
Maknai hari tuk mengabdi.
Lorong sempit beri janji,
Kematangan warnai hari,
Berjuang tiada henti,
Sukacita menanti di ujung hari.
Ada pepatah jawa mengatakan: “Urip iku sejatine kudu urup” (Hidup yang sejati semestinya mengidupkan) dan hasil dari kehidupannya sama dengan “Ngundhuh wohing pakarti” (hasil yg akan dinikmati merupakan buah dari perilaku dan perjuangannya).Hidup memang anugerah Allah semata, namun anugerah itu menjadi nyata butuh perjuangan dan keterbukaan setiap orang untuk menjalaninya dari hari ke hari. Keberanian mengawali fajar dan menutup senja dengan berpeluh keringat untuk bekerja di jalan yg benar ada perjuangan yg tidak mudah dan butuh uruping urip. Butuh api yg berkobar untuk berjuang apalagi di jaman yg sulit ini. Maka sangat tepat bila Injil hari ini mengingatkan kita kembali bahwa hidup harus berjuang yg ditegaskan dalam sabda
:”Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yg sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata:Tuan bukakanlah kami pintu!…”.
Yesus menantang kita untuk berjuang memasuki pintu yg sempit untuk menggapai kebahagiaan hidup.
Untuk mencapai kebahagiaan ibarat seperti jalan salib Yesus. Berjuang dalam penderitaan harus dipeluk dan dirangkul terlebih dahulu. Kualitas dan identitas pengikut Yesus terletak di sini, yakni kesanggupan memeluk derita perjuangan hidup dengan benar, sikap gigih dan iman yg teguh. Tak tergoda oleh rayuan jalan pintas yg mengintainya. Inilah jalan sempit yg harus kita lewati. Dan kebahagiaan yg sejati sering kali tersedia dipenghujung kerelaan kita untuk bertahan dan berjuang di tengah perasan air mata. Semoga dengan inspirasi sabda hari ini kita makin tabah dan bersemangat menjalani hari hari yg sulit, berat dan penuh tekanan ini, dengan semangat iman dan kasih, karena ada Yesus yg menyertai kita melewati jalan sempit ini. Menuju kebahagiaan yg dijanjikan disetiap akhir perjuangan kita. Jangan gelisahkan hatimu dengan aneka hal yg belum terjadi. Jalani hari harimu dengan percaya pada Allah dan hidup dengan fokus untuk kebaikan.
Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, menimba daya pertumbuhan hidup dari Allah lewat hal hal kecil yg kita alami.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin gigih dan tahan uji dalam setiap kesulitan hidup
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan pertumbuhan dan kegigihan melewati jalan sempit ini dengan sikap iman dan kasih.
Praying
Allah Bapa di surga, berilah kami kekutan-Mu, agar kami sanggup terus berjuang di tengah setiap kesulitan hidup yg kami hadapi, ajarilah kami makin bertumbuh dalam penyerahan dan kepercayaan kepadaMu. Hingga kami boleh mencapai akhir setiap perjuangan dengan selamat dan bahagia. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
