SECERCAH HENING
Rabu, 29 Mei 2024
Mrk 10: 32-45
Bergelayut menggapai mimpi,
Masa depan terus di cari,
Ekspektasi bukan ilusi,
Gapai cita berpeluk cawan suci.
Kerja keras kadang diuji,
Setia melampaui ekspektasi diri,
Kegagalan mengintai di ujung hari.
Hati yg percaya selalui melampaui.
Kebahagiaan sejati sesungguhnya lahir dari kelembutan hati untuk menerima setiap realitas dengan sikap syukur. Namun tidak semua orang mampu memahami jalan kebahagiaannya secara pasti dengan penuh syukur. Maka setiap orang kemudian meraba-raba kebahagiaan masa depannya dengan menetapkan cita-cita atau ekspektasi terhadap sesuatu dari yang diperjuangkan dan ditetapkan sesuai dengan peluang, kesempatan, kondisi, keuangan, latar belakang pendidikan, koneksi dan mimpi. Ekspektasi ada yang sangat realistis namun ada yang hanya mimpi di awan. Dan Booming sebuah gaya hidup tertentu sering membius banyak orang untuk membelokkan visi hidupnya. Rupanya cita-cita untuk menjadi bahagia itu jugalah yang mendorong Yakobus dan Yohanes, anak anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepadaNya:
” Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami !. ” Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaanMu kelak, yang seorang lagi di sebelah kananMu dan yang seorang di sebelah kiriMu “. Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yg kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yg harus Kuminum.. “.
Yakobus dan Yohanes rupanya menggunakan peluang dan kesempatan yang ada setelah tahu gaya hidup Yesus yang sangat menjanjikan di masa depan. Dan ketika Yesus menyiapkan akan resiko kematianNya, cepat cepat 2 murid ini memesan posisi di kemudian hari agar cita citaNya tercapai ikut berkuasa dan mulia bersama Yesus sebagai kelompok Ring I. Namun jawaban Yesus talak bagi mereka, karena mereka justru dinilai Yesus sebagai Orang yang tidak tahu apa yang diminta. Sampai akhirnya gambaran cawan yang harus diminumpun tidak dimengerti oleh mereka. Pola pendidikan di Sekolah atau Universitas kehidupan Yesus adalah hidup untuk melayani namun tidak ditangkap oleh para murid, karena disilaukan oleh obsesi atau nafsu kekuasaan dan posisi. Apakah cita cita hidup kita juga masih terobsesi oleh kebutuhan sesaat kita. Ataukah kita sudah mampu menangkap cawan kehidupan bersama Yesus dengan meletakkan cita-cita masa depan kita seiring dengan kehendak dan Jalan Tuhan. Berjuang mengenali setiap cawan yang harus kita lewati dalam kebersamaan dengan perjuangan Yesus untuk hidup kita. Masa depan yang baik kadanglaka di titipkan Yesus sebagai anugerah lewat ketekunan, kegigihan, kerjakeras dan semangat yg berkobar untuk kebaikan. Dan kadang kala harus gagal meski sudah berjuang. Namun bagi orang yg terus setia untuk bertekun dan bekerja keras, Allah pasti akan menambahkan berkatnya di setiap ujung perjuangan.
Maka janganlah berputus asa jika hidupmu masih harus terus berjuang untuk memenuhi harapan. Teruslah berjuang dan bekerja keras dengan tekun, gembira dan penuh iman, niscaya Rahmat Allah akan melengkapi harapan dan cita-citamu.
Cawan yg harus kita minum adalah sebuah perjuangan yg panjang, namun dengan kekuatan doa dan bertekun dalam kerja, maka cawan itu akan berbuah menjadi berkat.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali cawan Tuhan untuk kita.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menata kehidupan masa depan dalam rencana Tuhan.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin menyelaraskan cita cita kita dengan rencana dan kehendak Tuhan.
Praying
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar akan kasih dan semangatMu menyiapkan jalan keselamatan bagi kami. Mampukan kami menata masa depan kami dalam rencana dan kehendakMu. Dalam Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
