SECERCAH HENING
Rabu, 3 Mei 2023
Yoh 14: 6-14
” Energi sebuah pengenalan”
Terbius dalam kekaguman,
Lembut menyentuh kedalaman,
Sayup menghidupkan kerinduan,
Dia hadir dalam kegamangan.
Merayu lembut dlm keheningan,
Mengubah secara perlahan,
Sirap damai dari kedalaman,
Merindu oleh kuasa iman.
Pengenalan dan cinta kita pada seseorang biasanya seiring atau menjadi protret pengenalan kita pada diri sendiri. Pengenalan yg dalam atas otentisitas pada diri sendiri akan mempermudah penerimaan, pengenalan dan cinta kita pada orang lain. Seseorang yg sulit menerima dan mencintai diri secara otentik, sering kali menjadi kesulitan dalam kita mengenal secara utuh, positif dan mendalam terhadap orang lain. Hal senada juga dialami oleh Filipus dan Yakobus terhadap Yesus. Dalam Injil hari ini: Yesus berkata :
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yg datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku”. Kata Filipus:”Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami”.
Bagi Filipus mengenal Yesus hanya sebatas kedalaman dia mengenal dirinya sendiri yg sangat terbatas dan manusiawi. Bahwa identitas Yesus sebagai representasi Bapa dan kehendak-Nya untuk menjadi jalan yg menyelematkan tak mampu dimengerti dan dijangkau oleh pengenalan Filipus. Dan jawaban lebih lanjut Yesus menarik Filipus pada pemahaman lebih dalam yaitu soal kepercayaan bahwa Bapa diam dalam Aku. Dan hal ini bisa menjadi kata kunci dari seluruh usaha mengenal Yesus lebih dalam yaitu soal diam dalam Aku. Kediaman itu hanya bisa dijangkau jika jiwa, hati, roh kita berani lepas dari ego menuju ecco Allah yakni pengosongan diri agar dalam batin terdalam ada ruang yg memungkinkan Allah diam di ruang batin kita. Hingga kita bisa mengalami sentuhan personal Yesus adalah Allah yg diutus Bapa sebagai jalan keselamatan dan hidup di hati yg membuka diri. Tersedianya ruang batin yg kosong itulah menjadi lahan subur utk kontemplasi yg menyuburkan. Pengalaman pengenalan Allah diubah menjadi energi batin yg mampu mengalir ke seluruh diri dan panca indera. Sehingga kita mampu ‘seeing God in all thing and all thing in God’ melihat Allah dalam segala sesuatu dan sesuatu dalam Allah. Pengalaman ini bisa membuat seluruh hidup dan panca indera kita disinari energi keilahian untuk bisa memandang dan menerima setiap realitas hidup secara positif. Pengosongan diri yg memungkinkan rahmat Allah hadir dan bekerja membawa kita pada jalan kebenaran yg menghidupkan melalui kata-kata, tindakan, sikap yg terus mengispirasi dan memghidupkan sesama dan diri sendiri.
Mari relakan waktu untuk sejenak diam di dalam Allah. Jangan gelisahkan hidupmu dengan aneka hal. Kegelisahan hari ini, cukuplah untuk hari ini. Percayakan setiap langkahmu dalam pimpinan Tuhan.
Contemplating
Marilah kita merangkul keheningan, mendengarkan suara terdalam dari hati kita, kita sadari dan kita satukan sebagai ‘inner light’ yang akan menerangi hidup kita.
Actuating
Kuatkan sikap batin untuk menjalani hidup yang makin dikuduskan karena disemangati oleh Cinta pada Allah dan sesama.
Reflecting
Marilah memaknai setiap hal dalam hidup hari ini. Dalam penyertaan Tuhan yg telah kita kenali.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat kekudusan agar makin memiliki Cinta yang berkobar untuk menjalani hari-hari hidup kami seturut kehendakMu.Dan menjadikan hidup kami adalah jalan kehidupan yang menyelamatkan karena Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr.Albertine,OP
