SECERCAH HENING
Selasa, 2 Mei 2023
Yoh 10:22-30
”Pendengar yg berdaya ubah”
Sayup sayup suara tereja,
Memeluk kelembutan di ujung senja,
Belajar meresapi makna,
Pedih kala tiada jawaban di sana.
Penantian panjang menganga,
Hening saatnya perteguh rasa,
Harapan jd tumpuan Cinta,
Dia ada di tiap ujung suara.
Yesus bersabda:
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku, dan Aku memberikan hidup yg kekal… “
Bagi Yesus kemampuan murid untuk mau mendengarkan menjadi sangat penting, karena dari padanya ia ditarik ke pengalaman lebih dalam yaitu mengenal dan dikenal Allah. Setelah saling dikenali suara terdalamnya maka ada gerakan dari batin untuk mengikuti-Nya ini yg disebut keputusan batin yg mengubah atau dalam renungan ini di sebut actuating yaitu perubahan tindakan mengikuti kehendak Tuhan sebagai buah dari suara batin karena kerelaan untuk mau ‘mendengarkan’.Sebab tanpa hati, budi, jiwa yg mau mendengarkan kita tak akan sanggup membuat perubahan yg berarti dalam hidup selaras dengan kehendak Tuhan. Kita dipanggil untuk hidup lebih dekat dengan Allah dan menjadi perpanjangan tangan Allah, apapun panggilan hidup yg sedang kita jalani. Semua bentuk panggilan pasti dipilih karena sebuah alasan. Dan pilihan hidup itu akan membahagiakan jika pilihan yg diputuskan lahir dari sikap batin yg mau mendengarkan. Jika kita terampil dalam mendengarkan batin terdalam kita sendiri, maka kita akan mudah mendengarkan orang lain. Dunia masa kini yg diwarnai oleh industri 4.0 atau malah 5.0 sikap mau mendengarkan menjadi peluang dan kesempatan yg mahal dan berharga. Masih sanggupkah kita mengembangkan mendengarkan batin terdalam kita sendiri, agar kita makin mudah mengenal dan dikenali Allah. Dan juga mudah mendengarkan orang lain. Sehingga kerajaan Allahpun akan mudah kita kenali kehadirannya. Karena kebahagiaan yg sejati akan lahir dari kepekaan mewujudkan suara-suara indah dan lembut dari kedalaman batin itu. Hingga Tuhanpun mudah dikenali kehendak-Nya.
Contemplating
Marilah kita hening, menyentuh kedalaman hati, belajar memandang, merasakan kehadiran Tuhan tiap moment hidup kita.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan untuk makin peka merasakan sapaan kehadiran Tuhan dalam realitas hidup.
Reflecting
Apakah hidupku telah memberi waktu yg cukup untuk membangun sikap mendengarkan.
Praying
Yesus, ajarilah aku mendengar suara-Mu dan tinggallah dihatiku, penuhilah, jamahlah, sembuhkanlah luka-luka jiwaku, agar aku boleh mengalami kepenuhan hidup didalam Engkau. Hingga hidupku menjadi baru dan mengalami hidup berkelimpahan karena kuasa-Mu. Demi kemuliaanMu dan keselamatan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP
