Good Memory

SECERCAH HENING
Kamis, 9 Februari 2023

Mrk 7 : 24-30

” Good memory”

Terkenang guratan kasih,
Mengikat erat tali asih,
Sapa lembt gerak silih
Siluet Tuhan pengasih.

Tergetar menyapa kalbu,
Tatap batin wajah sendu,
Masa lalu indah berpadu,
Menyembuh dlm waktu

Sentuh dlm remah jatuh,
Merunduk hati jd patuh,
Ego terkepal jd runtuh,
Retak melembut jd utuh.

Kita sering mengalami bahwa pengalaman dihargai, disentuh secara personal, dicintai, bisa membawa pengalaman kesembuhan. Pengalaman yg menyentuh pada “basic need” tiap orang, jika hal itu dipenuhi akan meningkatkan kualitas pribadi dan kebahagiaan sebagai pengalaman yg mendalam. Pengalaman itu menjadi sebuah memory positif yang tidak akan mudah dihapus oleh perlakuan yg tidak mengenakkan sekalipun. Hal ini juga dialami oleh perempuan Yunani yang meski mendapat perlakuan yg kurang mengenakkan dari sikap Yesus yg seakan merendahkan, namun karena pengalaman sebelumnya telah terangkai sebuah kenangan yg positif tentang Yesus membuat dia tidak patah arang ketika mendapati dirinya direndahkan. Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini:
Perempuan Yunani bangsa Siro-Fenisia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya:

“Biarkanlah anak-anak itu kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yg disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”. Tetapi perempuan itu menjawab:”Benar, Tuhan tetapi anjing yg dibawah meja juga makan remah-remah yg dijatuhkan anak-anak.

Pengalaman personal dan kenangan yg positif tentang Yesus, membuat ia mampu berperan sebagai perempuan yg tangguh. Tidak cengeng hingga ia rela merendahkan diri serendah rendahnya demi cinta untuk kesembuhan anaknya. Memory yg positif bisa melahirkan insight positif yg sama hingga mampu memandang perendahan martabat menjadi sebuah loncatan kualitas pribadi. Jika perempuan itu tidak memiliki good memory terhadap Yesus, maka ia akan patah arang atas sikap Yesus yg menganggap anak yg dicintai sebagai anjing, dan hal itu berarti tak akan terjadi kesembuhan pada anaknya. Kebesaran hati memandang segala sesuatu sebagai rangkaian kenangan yg positif menjadi sebuah kesaksian akan besarnya belas kasih Allah. Namun di atas semua itu keutamaan untuk tangguh menghadapi perlakuan yg negatif dengan sikap yg tenang, merupakan anugerah yg layak kita mohon pada Allah. Sebab sikap yg demikian memungkinkan rahmat Allah bekerja secara optimal dengan hasil kesembuhan dan keselamatan yg nyata bagi anaknya. Janganlah lelah untuk memaknai setiap pengalaman bersama Yesus dan sesama, menjadi pengalaman indah yang penuh berkat.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa dan kehendak kita untuk sejenak berlabuh dalam kasih Allah.

Actuating
Membiasakan diri untuk memiliki pola dan gaya hidup yg mengalir dari kedalaman akan pengalaman goot memory dengan Allah.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk terbuka dan rela memberikan pengalaman good memory bagi sesama.

Praying
Allah Bapa kami berilah kami hati yg damai dan keterbukaan, untuk rela mendengarkan Engkau dalam hidup harian kami. Hingga kami layak menjadi pewarta sabdaMu yg menyejukkan hati dan memberikan kenangan positif bagi sesama kami.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *