SECERCAH HENING
Rabu, 8 Februari 2023
Mrk 7 : 14-23
“Mendengarkan”
Masuk di relung jiwa,
Sapaan pemberi daya,
Dengar lembut menyapa,
Penenang dahaga jiwa.
Hening yg mengangkasa
Mengajak hati brsukacita
Tampil lembut dlm kata,
Hati damai penuh daya.
Mendengar dalam jiwa,
Penyembuh luka sukma
Peneguh hati nan hampa,
Merangkul hangat rasa.
Ada pepatah”Pembicara yg hebat lahir dari jiwa yg mendengarkan”. Kata – kata ini mungkin benar cocok dengan semboyan spirit Dominican: ” Contemplari et contemplata aliis tradere”. (Berkontemplasi dan membagikan Dia yg dikontemplasikannya). Jika demikian maka kata-kata yg terlahir adalah buah dari hubungan dan keterpautan jiwa yg penuh kedalaman dengan Allah bentuknya bisa suara kebenaran, ajakan perdamaian, semangat pengampunan, hati merangkul penderitaan, dan buah buah Roh lainnya. Hal ini selaras dengan Injil hari ini:
Pada suatu hari, Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
“Dengarkanlah Aku dan camkanlah ini! Apapun dari luar, yg masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yg keluar dari seseorang itulah yg menajiskannya. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar”.
Kerelaan dan kesediaan mendengarkan suara Allah menjadi dasar esensial bagi pewartaan dalam wujud kata-kata dan tindakan yg selaras dengan jalan yg ditunjukkan Tuhan dalam sikap mendengarkan dalam keheningan. Jika tanpa sikap dasar yg digali dari kerelaan untuk mendengarkan maka bisa jadi buahnya bisa menajiskan orang karena bisa berupa suara kesombongan, iri hati, kebencian, kemunafikan, kemarahan, dan hal-hal yg bertentangan dengan suara Allah. Maka bisa sangat menajiskan. Jadi yg menajiskan bukan makanan yg kita masukkan dan kita nikmati tetapi sejauhmana jika hidup kita tidak berbuah dari suara hati untuk mendengarkan Allah dan menghasilkan luapan hati yg penuh kekosongan, hingga melahirkan jiwa yg rakus akan pemenuhan ego yg berwajah kemarahan, kebencian, iri hati, dendam, dll. Semoga dengan inspirasi Injil hari ini kita makin terbuka untuk setia mendengarkan Allah dan hidup yg makin dikuasai oleh bahasa kasih dan pengampunan. Jangan lelah untuk terus berlindung di pelukan kasih Allah.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa dan kehendak kita untuk sejenak berlabuh dalam keheningan.
Actuating
Membiasakan diri untuk memiliki pola dan gaya hidup yg mengalir dari kedalaman dan kekayaan saat berlabuh dalam rahmat Tuhan.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk terbuka dan rela memberi waktu untuk mendengarkan Allah.
Praying
Allah Bapa kami berilah kami hati yg damai dan keterbukaan, untuk rela mendengarkan Engkau dalam hidup harian kami. Hingga kami layak menjadi pewarta sabdaMu yg menyejukkan hati sesama kami.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
