SECERCAH HENING
Senin, 2 September 2024
Luk 4: 16-30
Cinta tiada titik,
Mengendus tiap hati,
Mengisi vibran ilahi,
Tiap pagi itu suci.
Krn RohMu ada padaku,
Tepis gundahan hatiku,
SiluetMu jd semua baru,
Kibaskan wajah berdebu.
Cinta hadir tiap nafas,
Merangkul tanpa batas,
Menyapa jiwa terhempas
Genaplah nas jadi bernas
Jangan ragu menjadi murid pertama dari setiap kata baik yg pernah kita ucapkan. Kata-kata yang muncul dari pelukan rasa akan menjadi berkat dan doa. Rahmat Tuhan bekerja dalam setiap hati yg kadang rapuh, namun masih menyisakan ruang bagi Tuhan menyapa. Yesus dalam Injil hari ini menarasikan kitab Yesaya menjadi hidup dalam jati dirinya, hingga kata kata yg keluar adalah manifestasi kebenaran kisah hidupNya.Seperti ada tertulis
“Roh Tuhan ada pada-Ku,oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan khabar baik kepada orang-orang miskin dan Ia telah mengutus Aku untuk menberitakan pembebasan orang-orang yg tertindas…”.
Tanpa sepatah katapun pribadi Yesus adalah khabar baik bagi orang miskin dan tertindas. Dengan lain kata jati diri dan identitas Yesus telah menjadi khabar gembira yang senantiasa menginspirasi orang untuk hidup baik. Dasar dari semua khabar baik yg di wartakan Yesus bersumber dari kuasa Roh Tuhan. Sampai saat ini kitapun sebagai follower Yesus juga dipanggil untuk menjadi pembawa khabar baik, yg bersumber dari Roh Tuhan dan bukan suara nitizen . Agar suara Roh Tuhan bisa menjadi filter bagi kita, maka kita perlu rajin memaknai dan menyediakan waktu menyelami padang gurun dalam hidup tiap hari. Hingga kata kata yg kita wartakan adalah warta kebenaran yg telah kita timba dari suara padang gurun atau suara keheningan batin terdalam. Semoga Injil hari ini menginspirasi kita untuk berani menjadi pewarta khabar baik dimanapun dan kapanpun.Hingga isi warta kita bukan menebarkan kebencian tetapi menghembuskan aura kesejukkan dan menyuarakan kebenaran di tengah arus media yg tak terkendali ini.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri untuk memasuki padang gurun hidup dan mendengarkan Roh Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin tenang menghadapi aneka badai kehidupan karena percaya Yesus ada bersama kita dan membiasakan datang pada Yesus tiap waktu.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin peka menangkap kehadiran Tuhan dan mewartakan khabar baik bagi sesama.
Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar makin tenang dan matang dalam menyikapi setiap badai kehidupan. Dan berani mewartakan khabar baik bagi sesama.Karena Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
