SECERCAH HENING
Kamis, 13 Oktober 2022
Luk 11: 47-54
“Harmoni”
Bertumbuh mengulas kelembutan,
Riang mengulum senyuman,
Meneguhkan tiap sapaan,
Lincah mewujud dlm tindakan
Apa yg kita tahu, kita yakini dan katakan tiap waktu seringkali mempengaruhi cara kita merasa, berpikir dan bertindak sebagai sebuah gaya atau style hidup kita. Keyakinan kita,pengetahuan kita akan menjadi selaras (harmoni) dengan pikiran, perasaan dan tindakan kita. Demikian juga dalam hal beriman kepada Kristus.Kebenaran yg kita yakini secara mendalam, akan membuat kita terikat secara harmonis untuk menjunjung martabat kemanusiaan, yg memiliki adab yg baik didasari kasih dari dalam. Dalam Injil hari ini Yesus mengecam orang Farisi yg bersikap munafik sbb:
“Celakalah kamu karena kamu telah mengambil kunci pengetahuan, kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yg berusaha masuk ke dalam kamu halang halangi”.
Ada tiga frase yg resisten dalam perikop di atas.
1) Mengambil kunci.
2)Tidak masuk.
3) Halang halangi orang.
Setiap orang yg mengambil kunci biasanya dilanjutkan dengan membuka dan masuk melihat dan jika sesuatu yg baik ada didalam maka mengajak dan mempersilahkan orang lain juga masuk. Kebalikan dengan orang Farisi yg dikecam Yesus justru berbuat yg sebaliknya. Dengan mendapat kunci pengetahuan dimana orang Farisi adalah kelompok yg mengetahui banyak tentang kebenaran, namun rupanya tidak mampu untuk diinternalisasikan masuk dalam integritas dirinya. Sehingga kunci kunci kebajikan tidak membawa dampak atau vibran yg positif bagi diri dan sesamanya. Sehingga manakala orang lain yg juga telah memahami kebajikan dan kebenaran hidup ingin masuk lebih dalam, justru dirinyalah menjadi penghalang. Melalui Injil hari ini Yesus mengundang kita memiliki harmoni kehidupan. Dimana iman kita akan Kristus bukan mengimani sebuah hukum yg keras dan kaku, tetapi mengimani jalan kebenaran dari seorang pribadi yg hidup. Dimana keyakinan kita perlu dirawat dengan gaya hidup yg utuh. Keyakian iman kita akan Kristus jalan kebenaran dan hidup, hendaknya selaras dengan cara kita bepikir, berkata, berbelarasa, bertindak dengan jujur dan benar. Pengalaman dikasihi Allah menjadi pelembut kehidupan kita dalam memandang dan bergaya hidup. Yesus menghendaki kita memiliki integritas kasih yg dalam dan terus masuk ke kedalaman melalui pintu kebajikan dan kebenaran yg diajarkannya. Jika integritas kasih kita tidak suam suam kuku maka diharapkan kehadiran kita tidak menghalang halangi orang untuk masuk ke kedalaman hidup dengan menghayati integritas kasih yg dalam. Hingga dimanapun kita berada membawa suasana harmoni karena dilembutkan oleh kasih Allah yg tak berkesudahan. Janganlah ragu untuk terus mematangkan integritas diri kita, kadang perlu menepi agar pikiran kita selalu positif, hati senantiasa damai, tindakan kita senantiasa membawa kebaikan dan setiap keputusan membuahkan kasih dan kebajikan. Mari memulai dengan tindakan tindakan kecil yg membawa kebaikan.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa, pikiran dan hati kita agar seluruh daya kita makin harmoni dalam pengaruh Allah.
Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin memiliki gaya hidup yg selaras antara pikiran, perkataan dan tindakan kita.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin memiliki gaya yg bersahaja dan harmonis.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami jiwa yg terbuka dan hati yg damai, agar keyakian, hati, budi dan seluruh diri kami makin hari makin selaras dengan kehendak-Mu.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
