SECERCAH HENING
Sabtu, 27 Juli 2024
Mat 13: 24-30
Sukacita dan duka warnai senja,
Tawa dan air mata dlm cinta,
Hidup & mati dlm garis yg sama,
Hanya Dia ada dalam segala.
….di setiap acara hitam putih, pasti selalu menampilkan sisi kehidupan yg kontras. Bukan soal dibuat buat agar menjadi sebuah performance yg apik tetapi memang gambaran kehidupan yg real juga terjadi demikian. Kehidupan yg nyata tak selamanya putih dan tak selamanya hitam. Keduanya bisa merusak atau menjadi berkat yg menyempurnakan. Tergantung bagaimana kita memandang dan memainkan warna itu menjadi sebuah dinamika keindahan yang saling mematangkan. Demikian kejahatan tidak akan selamanya memusnahkan intensi kebaikan. Sebaliknya kebaikan tidak selamanya bisa memusnahkan kejahatan. Demikian kedua sisi itu tidak hanya nyata dalam realitas kehidupan di dunia ini tetapi juga kelak dalam menyiapkan hadirnya kerajaan Allah, seperti dilukiskan dalam bacaan Injil hari ini.
“Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya,menaburkan benih lalang dintara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum tumbuh dan mulai berbulir, tampak jugalah lalang itu…biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba”.
Kematangan hidup ini ternyata tidak hanya ditentukan oleh benih baik yg pernah ditaburkan oleh Allah dalam hati kita. Tetapi bagaimana benih itu didukung dan dikuatkan pertumbuhannya bukan saja karena komunitas baik yg semuanya baik, tetapi justru dimatangkan pertumbuhannya ditengah himpitan kejahatan. Jika ia kuat maka pertumbuhan kebaikannya akan memuncak dan menghasilkan kematangan yg sempurna. Seperti pepatah dalam fenomena politis saat ini di sebutkan “succes has many father but failfure as an orphan” artinya jika kita sukses banyak orang ingin menjadi bapaknya, tetapi jika gagal maka menjadi yatim piatu. Semua orang cenderung hanya ingin mencari yg baik ,enak dan sukses.
Kita kadang sulit merangkul kegagalan, kejahatan, godaan, hambatan, menjadi saat seiring dalam mencapai kesuksesan dan kebaikan dan kebahagiaan yg kekal.
Tertawa tidak selamanya menghapus air mata, dan dukacita tak selamanya menjauhkan kegembiraan. Semua kenyataan hidup yg hitam dan putih ibarat ilalang dan gandum dalam pertumbuhannya akan selalu seiring dan sejalan. Yg dibutuhkan untuk bisa memperkembangkan gandum kebaikan adalah bukan memusnahkan ilalang kejahatan tetapi memberi daya pertumbuhan gandum agar makin memiliki kekuatan yg sempurna untuk bertumbuh. Dalam hidup yg penuh kegamangan ini untuk menjadi bahagia sebagai orang beriman, tidak perlu kita meminta Tuhan membebaskan kita dari aneka kesulitan tetapi selayaknya kita meminta kekuatan agar kita sanggup menghadapi aneka tekanan hidup dengan iman yg teguh.
Saat pandemi yg belum juga berakhir bisa jadi menjadi saat ilalang sedang tumbuh atau gandum yg sedang menyiapkan buahnya. Yang dibutuhkan dari kita bukan mengembangkan kegalauan dan ketakutan, tetapi bagaimana kita bergandengan tangan hidup yg makin positif agar kita saling menopang tiap titik lemah kita hingga menjadi rahmat.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali cara Tuhan mengubah hati kita makin terbuka terhadap rahmat Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menumbuhkan gandum kebaikan.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin matang dan bertumbuh menjadi manusia matang dalam pertumbuhan putih dan hitamnya semangat kebaikan.
Praying
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar dari setiap kesulitan hidup yang kami hadapi, hingga hidup kami makin terbuka dan makin kuat dalam menumbuhkan kebaikam dalam Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
