I Love You

SECERCAH HENING
Minggu, 2 April 2023

Mat 26 : 14-27:66

“I love you”

Cinta yg menubuh,
Memanggul derita dgn utuh,
Hati yang terus berlabuh,
Bukti ketaatan yg terus disepuh.

Pernahkan engkau jatuh cinta ?. Atau setidaknya pernahkah engkau dijatuhi cinta ?. Energi apa yg hidup ?. Motivasi apapun lahirnya rasa itu, pasti mengalirkan energi positif yg dazyat. Kalau mbah surip dulu melahirkan lagu “I love you full”. Kalau orang sekarang menyatakan dengan “I love you 3000 “, yg terungkap dalam syair Stephanie Poetri yg mau menegaskan cinta yg total. Tindakan yg lahir dari energi cinta menjadi sangat ekstraordinary luar biasa.Termasuk dalam kerelaan menanggung resiko apapun atas pilihan sikapnya untuk mencintai. Semakin cinta itu dalam semakin besar ketulusan untuk memberikan dirinya. Demikian perjalanan salib yang ditempuh Yesus dengan tulus dan tabah tanpa pembelaan sepatah katapun, hanya bisa dipahami dalam konteks cinta

Mengapa Cinta ?
Setiap agama apapun, mengenal yang namanya korban atau persembahan. Korban atau Persembahan sejak jaman perjanjian lama sampai sekarang yang diberikan sebagai korban atau persembahan adalah sesuatu yg terbaik.
Memasuki pekan suci hari ini kita diajak merenungkan kisah sengsara Yesus, sama halnya mengenangkan drama kehidupan tentang pengorbanan itu bukan domba yg terbaik, atau hasil bumi yg terbaik melainkan darah suci dari putra terbaik Bapa.

Dimana setiap episode terkandung 2 sisi yaitu betapa kerasnya, seriusnya dosa kehidupan ini, namun disisi lain betapa besarnya Cinta Allah itu. Namun Allah tetap memberi kebebasan termasuk kepada Yesus PuteraNya. Dan Yesus telah memilih jalan untuk *mencintai yaitu *salib*. Hanya satu jalan untuk bisa menembus keras dan beratnya dosa kita yaitu jalan kesengsaraan. Dan pilihan Yesus juga pilihan Bapa, maka jalan salib ini menjadi jalan penebusan yang dahsyat karena didalamnya ada “inner power” yaitu kekuatan Cinta dalam yang total. Totalitas Cinta Yesus membuat setiap kejatuhan dan cambukan memang amat sakit dan pahit namun dari padanya keluar daya yang merangkul setiap manusia untuk sadar akan dosanya. Setiap cambukan yang terayun memecah kuasa dosa dan keangkuhan manusia. Setiap kejatuhan yang menimpa merobohkan tembok kebencian dunia dan setiap paku yang tertancap memateraikan betapa kuasa Cinta Tuhan tak bisa dibendung. Dan tiap tetesan darah mengalirkan kehidupan dan harapan. Marilah kita memandang salib ini dengan kacamata Cinta, agar setiap tarikan nafas terengah, memurnikan hati kita untuk tidak menambah dosa sampai pada puncaknya bersama kepala pasukan kita bisa melihat kehadiran Allah secara nyata.

“Sungguh, orang ini adalah Anak Allah”

Janganlah takut mengalami salib kehidupan, karena kita yakin salib takkan pernah menghancurkan kita. Karena Cinta Allah jauh lebih dahsyat dari kekuatan kegelapan.

Contemplating
Marilah kita hening… memandang, menyelami ajaibnya kasih Allah dalam salib.

Actuating
Kecenderungan apa yang perlu kuubah agar aku makin total dalam menghayati hidup.

Reflecting
Sanggupkah aku untuk terus mengasihi meski kadang terasa berat?

Praying
Yesus terima kasih, dengan beratnya perjalanan salib-Mu, aku makin sadar betapa seriusnya dosaku namun juga betapa dasyatnya kekuatan Cinta-Mu padaku. Mampukan aku sepanjang hidupku layak mewarisi cinta-Mu itu dan hidup makin pantas sebagai sahabat-Mu dan boleh mengalami keselamatan dari hari ke hari. Karena kuasa-Mu Kristus Tuhan dan pengantara kami.

Selamat memasuki pekan suci
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *