Moment Terindah

SECERCAH HENING
Senin, 3 April 2023

Yoh 12:1-11

“Moment Terindah”

Terhanyut dalam angan,
Menanti detik pengharapan,
Titian waktu jadi saat penantian,
Pengurapan jd moment kenangan,

Yang indah dari sebuah perjalanan,
Mencintai tanpa harap imbalan,
Kematian jadi puncak peziarahan,
Abadi dari buah pemberian.

Jangan takut untuk mengasihi hingga hatimu dipenuhi oleh kehadiranNya. Dan tetaplah mengasihi meskipun kadang tak dimengerti sesamamu, karena saat itulah Tuhan sedang menaruh kenangan terbaik dihatimu agar engkau makin matang.
Namun dalam perjalanan waktu apakah engkau sungguh mengasihi? Jika ya, seberapa besar hidupmu digerakkan oleh kasih itu? Energi kasih yg besar, akan membawa seseorang melakukan tindakan di atas rata -rata.Bukan karena terhipnosis tanpa sadar, tetapi betapa besarnya kekuatan kasih itu mengendalikan seluruh kesadarannya. Seperti Bapa Suci Sri Paus 2 tahun lalu melakukan sesuatu yg menjadi viral dan langka serta aneh dimata dunia, ketika melanggar protokoler saat bungkuk mencium kaki para pemimpin Sudan, sebagai gerakan persuasi untuk menghentikan perang saudara dengan usaha damai. Hal serupa juga dilakukan oleh Maria saat mengurapi kaki Yesus dan mengusap dengan rambutnya sebagai simbul mahkota wanita, yg di turunkan makna sosialnya ketika berhadapan Yesus.Dan sikap Yesus sangat paham akan kekuatan Kasih itu sehingga membiarkan semua terjadi seperti dikisahkan dalam Injil hari ini:

“Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu”.

Kebaradaan Yesus dilawankan dengan orang miskin yang selalu ada pada kita, sebagai jawaban atas protes Yudas soal tindakan pemborosan yg dilakukan Maria saat mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu yg mahal yg akan baik jika disumbangkan bagi orang miskin. Sebaliknya kekuatan kasih selalu menggunakan setiap moment menjadi istimewa untuk menyalurkan energi itu seketika. Tidak ditunda oleh pertimbangan uang, waktu, tenaga dan apapun karena energi kasih mengatasi semua tingkat kesadaran.Meskipun hal ini tidak begitu mudah jika kita hidup dalam konteks sosial yg sering diombang ambing oleh pertimbangan apa kata orang atau dikira “pencitraan” semata. Namun pergumulan itu pelan-pelan akan bergeser jika kesadaran kasih terbiasa menjadi energi utama selanjutnya akan menjadi ‘habit’ pembentuk karakter dan identitas seseorang. Dan Yesus telah melampaui semua proses itu sebagai ‘buah dari totalitas hidup’ yang digerakkan oleh ‘Kasih’ kepada Bapa dan kepada kita menjadi kenangan terindah. Inspirasi bagi kita, kesadaran apakah yang menggerakkan setiap tindakan kita bawah sadar atau diatas kesadaran? Gerakan Kasih ? atau gerakan untung rugi seperti mental si Yudas. Kesempatan Maria dan Yudas hanya sekali untuk memberi moment terindah bagi Yesus, salah membangun kesadaran efeknya fatal bagi Yudas, sebaliknya belas kasih & keselamatan bagi jiwa Maria sebagai buah dari tindakan Kasihnya. Mari kita terus belajar berhabitus kasih agar energi kita tidak kehilangan moment terindah dalam kehidupan ini. Menjadikan setiap kesempatan adalah saat exstraordinary mewujudkan kesadaran dan tindakan kasih.

Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, hati dan budi kita agar makin mampu mendengarkan Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kita ubah dan biasakan agar makin matang dalam membangun kesadaran untuk mengasihi kehidupan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dan percaya akan penyelenggaraan Allah dalam hidupku.

Praying
Bapa ajarilah kami mencintai firman-Mu dan terus belajar mengenali dan melaksanakan kehendak-Mu, hingga kami layak menghayati setiap saat adalah moment terbaik untuk memgasihi-Mu dalam setiap tindakan hidup kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *