Jalan Gila

SECERCAH HENING
Sabtu, 21 Januari 2023

Mrk 3: 20-21

Jalan Gila

MengikutiMu jadi abdi,
Meniti lorong sempit,
Sendiri berteman sepi,
Menepi diarus tak bertepi

Lawan arus dititian sunyi,
Mengenali identitas diri.
Mengabdi & mengasihi
Sukacita meski tnp seleri

Miskin pilihan nurani,
Tuk bebas mengasihi,
Jalan terjal tak disesali
Bahagia itu pasti.

Kadangkala kita memperoleh kekuatan dan keberanian yg luar biasa untuk melakukan sesuatu yg melampaui kesanggupan bisa kita buat. Kekuatan dan keberanian itu tak mampu kita bendung yg lahir dari inner batin kita.Kekuatan itu sama dayanya dengan kekuatan cinta. Seperti dalam kidung agung:
“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai sungai tak dapat menghanyutkannya” (kid 8:7). Syair yg menggambarkan kekuatan dari dalam, yg melahirkan daya yg dahsyat untuk mengubah dunia, bukan hanya soal dunia percintaan tetapi juga kreator kebaikan yg dahsyat (menggila) melampaui rata -rata yg bisa dibuat oleh orang pada umumnya. Itulah yg dilakuan Yesus dalam hidupNya seperti dikisahkan dalam bacaan hari ini:

“Sekali peristiwa, Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluargaNya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, Ia tidak waras lagi”.

Kata tidak waras menggambarkan kondisi kejiwaan atau perilaku yg menyimpang dari yg biasa dilakukan masyarakat pada umumnya. Yesus dikatakan “gila” karena melawan arus hidup masyarakat pada jamannya, yg tidak sejalan dengan kehendak Allah. KehadiranNya merombak tatanan kehidupan menjadi baru. Hukum Taurat, kadang dilanggar demi jiwa jiwa yg tersesat dengan menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, membebaskan belenggu setan. Arus baru yg diciptakan Yesus menimbulkan perseteruan dengan imam imam kepala dan ahli Taurat. Dan ketika Yesus tidak takut oleh resiko apapun itulah merupakan pemandangan yg aneh dan dipandang “gila” oleh masyarakat bangsaNya. Kegilaan Yesus bertumbuh seiring dengan hubungan dan kematanganNya dengan Bapa dan kehendakNya. Ia tidak mundur selangkahpun karena dikatakan tidak waras atau “gila”, sebab kegilaan sangat dibutuhkan oleh seorang Yesus untuk bisa mewartakan amanat hadirnya Kerajaan Allah menjadi nyata. Sebab tanpa kegilaan atau totalitas atau sikap radikal maka warta Injil sebagai khabar gembira bagi jiwa jiwa yg tersesat tidak akan terjadi. Karena hidup yg biasa-biasa tak akan mampu membawa daya ubah bagi dunia yg sudah gelap pada jaman Yesus dan jaman ini. Maka semua pengikut Yesus sesungguhnya juga diundang untuk berani menjadi orang “gila” yang bersikap tidak biasa biasa demi memperjuangkan tatanan hidup yg benar. Dan berani melawan arus yg sesuai dengan kehendak Allah.Hukum Kasih salah satunya rel yg membawa kita berani menjadi orang gila, karena harus berani mengasihi Tuhan dan sesama tanpa ukuran. Namun bagi hati yg sudah tergila gila dengan kasih Allah dalam batinnya yg terdalam, Ia akan sanggup melakukan apapun yg orang pada umumnya tak kuasa melakukannya. Mari kita lembutkan tuas tuas batin kita agar sanggup memandang kehadianNya. Dan mari kita relakan Tuhan melembutkan hati kita yg keras, mencerahkan pandangan kita yg mudah kalut, meluruskan jalan jalan kita yg bengkok, dan membiarkan jari jemari Tuhan menuntun tangan kita untuk berani membuat perubahan-perubahan kecil dalam diri kita, keluarga kita, rekan kerja kita, tetangga kita, sahabat kita untuk makin bertumbuh matang dalam Tuhan.

Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri agar mampu mendengar suara Tuhan dalam batin kita.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin lembut membuat perubahan yg baik dalam hidup.

Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit dan pengalaman bahagia telah mengajariku makin berani melawan arus menuju tatanan hidup yg berkenan bagi Allah.

Praying
Allah Bapa, berilah kami Cinta, kedamaian dan kelembutan hati agar mampu membuat perubahan yg baik bagi diri sendiri, sesama dan dunia sekitar kami, hingga namaMu makin dimuliakan. Demi Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *