SECERCAH HENING
Jumat, 20 Januari 2023
Mrk 3: 13-19
Resonansi
Sunyi tiada bertepi,
Menanti senja dlm sepi,
Fajar intai di ujung hari,
Mengikuti tanpa pretensi.
Masa lalu adalah kunci,
Meresonansi tuk berani,
Pedih dan romantis jd api
Gapai misteri hidup suci.
Bukit sepi jadi saksi,
Disposisi tiap ujung hari
Getaran suci jadi vibrasi
Tuk gapai bahagia sejati.
Jargon siap tidak siap harus siap adalah motto yang terus menyemangati anak anak remaja untuk terus maju, berkembang menerobos tantangan dalam film anak Garuda yg tayangkan di bioskop bioskop. Kisahnya seru memadukan mimpi menjadi realitas. Berani bermimpi dan berani mendobrak kemustahilan menjadi sebuah kenyataan hidup. Dan dengan demikian mereka terbentuk menjadi manusia pembelajar yg berani untuk berkreasi. Hingga berhasil karena merangkai seni dari kegagalan dan perjuangan. Buahnya adalah sukacita bersama sebagai resonansi karena getaran kebaikan Allah.
Hal senada juga diungkap oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini:
Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya.Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutusNya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
Panggilan para murid perdana untuk mengikuti Yesus untuk memberitakan Injil tidak menunggu mereka siap. Keadaan mereka saat dipanggil adalah seperti keadaan kita, yakni saat reguler beraktifitas biasa, yg biasa nelayan dipanggil saat membereskan jala, yg biasa ngurus bea cukai dipanggil saat sedang memungut pajak. Secara fisik dan mental jelas mereka belum siap.Namun ketidaksiapan mereka justru menjadi kesempatan mengandalkan kekuatan pada Yesus, dan kesiapan mereka tidak siap malah menghasilkan getaran resonansi yg dasyat dari pengaruh Allah. Hingga Yesus menjadi lebih mudah memberi kuasa utk mengusir setan.Beriringan dengan tugas memberitakan Injil. Yang menarik bagi saya dalam panggilan itu adalah diberinya setiap murid kuasa untuk mengusir setan. Setan yg dimaksud pasti bukan hanya soal roh jahat yg gentayangan dalam bentuk apapun di sekitar kita. Tetapi dorongan atau keinginan dosa utk melawan gaya hidup kasih yg ada dalam hati kita. Sebab manifestasi setan pada jaman ini amat banyak bentuknya. Hingga pewartaan Sukacita hidup (Injil) tidak terwartakan dengan baik. Karena dalam hati kita ada banyak kecenderungn setan yg hidup nyaman dalam batin kita. Misal membiarkan diri sibuk dgn gadget sampai melupakan orang orang terkasih tak terurus, memboroskan waktu dengan chatting yg penuh pesan hoak, biasa mencari kebahagiaan dengan cara black happiness (ngrumpi), menebar ketakutan dan kegalauan, dll. Sementara kita dipanggil untuk siap tidak siap harus siap menjadi inspirasi dan pelaku kedamaian dan kebaikan agar kehadiran kita bisa memberi warna dan ekosistem sukacita. Semoga setiap hari kita siap tidak siap harus siap menjadi Injil yg hidup dalam wajah kita, kata kata kita, mata kita, telinga kita,kaki kita, tangan kita.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri layak menjadi tempat kediaman Roh kebaikan .
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dan mampu mengenali kehadiran Tuhan dalam segala sesuatu.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin peka bahwa Allah mengajak kita siap tidak siap harus siap menjadi Injil yg hidup.
Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar selalu siap siaga menjadi penyalur berkat dimanapun dan kapanpun dengan penuh sukacita. Demi Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
