Yesus berkata kepada murid murid-Nya:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk masuk dalam Kerajaan Allah”.
Sabda ini dilatarbelakangi oleh situasi pada jaman Yesus bahwa untuk masuk ke gerbang kota Yerusalem tidak semua orang bisa masuk dgn leluasa karena tidak tiap waktu gerbang di buka. Yang dibuka hanyalah serambi kecil yg mungkin cukup untuk satu orang tanpa barang. Jika orang lewat dengan aneka barang jelas tidak bisa masuk. Hal ini dijadikan pengajaran spiritual dan iman bahwa perjalanan menuju kerajaan Allah adalah jalan kecil. Saatnya kita terus belajar fokus mempersempit jalan ‘ego’ dan memperlebar jalan rahmat. Contoh empat tahun yang lalu viral dalam media sosial menyambut HUT kemerdekaan RI di Atambua. Seorang remaja kecil bernama Joni melakukan tindakan heroik dengan memanjat tiang bendera utk membenahi tali yg putus adalah spontanitas batin yg muncul sebagai buah mempersempit ‘ego’ takut tampil, takut dihadapan para pejabat, takut jatuh, takut diterjang angin dalam ketinggian dan aneka dorongan ego yg lain dipersempit untuk memperlebar jalannya merayakan syukur HUT Kemerdekaan RI sebagai anak bangsa. Alhasil jalan rahmatnya terbuka lebar untuk melenggang ke Istana negara dan masuk hitungan sebagai salah satu tamu kehormatan. Pesan iman bagi kita, jalan sempit mana yg perlu kita lewati agar pusat diri ‘ego’ kita mengecil yg bisa menghalangi jalan rahmat agar kita bisa menembus jalan menuju yang dikehendaki Allah. Jalan yg menghalangi rahmat Allah bekerja tidak selalu berupa materi tetapi bisa kecenderungan-kecenderungan diri yg memasung kita sulit berkembang dalam rahmat Tuhan. Semoga kita makin peka menangkap perjalanan kita tiap hari sebagai jalan untuk berkembang dalam rahmat Tuhan.
Contemplating
Mari heningkan seluruh diri kita untuk terus menyadari kehadiran Allah dalam realitas dgn hati yg murni.
Actuating
Membiasakan diri hidup dengan kekuatan dari energi yg ditimba dari Allah untuk mempersempit ruang ego dan memperlebar ruang gerak rahmat Tuhan.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin mempersempit ruang ego dan memperluas ruang rahmat Tuhan dalam hidup.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg peka, dan menjalani hidup dengan kekuatan rahmat yang bersumber dari pada-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
