Memantik diri di ruang hening,
Berselera untuk wening,
Bermandikan hati yg bening,
Hiasi diri dgn senyum tersungging.
Tinggalkan gelimang dosa,
Bermandi riang bersama cahaya,
Menerangi hati yg hampa,
Memilih Ya untuk ikuti Dia.
Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan:
“Hal Kerajaan surga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hamba-Nya memanggil orang-orang yang telah diundang,tetapi orang -orang itu tidak mau datang. Tetapi ada yang datang tidak mengenakan pakaian pesta.?”…Sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih.
Diundang mengikuti Tuhan dilukiskan dalam banyak kisah sebagai panggilan menghadiri pesta perjamuan. Kepantasan sebuah perjamuan dari pihak undangan adalah: 1)Mendapat undangan. 2) Hadir menanggapi undangan.
3) Memantaskan diri dengan pakaian pesta. Undangan mengikuti panggilan Tuhan diberikan kepada semua orang tanpa kecuali. Namun Tuhan senantiasa memberi kebebasan setiap orang untuk memilih akan YA atau TIDAK untuk memenuhi undangan itu. Bentuk pilihan dari kekebasan setiap orang tidak hanya cukup dengan sanggup hadir tetapi bagaimana saat hadir itu sangat menentukan kepantasan boleh dan tidaknya diterima dalam perjamuan. Pakaian pesta rupanya menjadi filter akhir boleh tidaknya kita masuk dalam perjamuan.Pakaian yg dimaksud tentu bukan soal kostum, tetapi pakaian kehidupan yg melekat dalam hidup setiap orang yaitu: Perilaku yg terpuji, sikap yang baik, kebesaran jiwa,kesabaran, kemurahan hati, kelemahlembutan, penguasaan diri, pengampunan,kasih dan integritas diri yg bersumber dari kedekatan dengan Allah. Maka hal ini cocok dengan pepatah “Ajining diri ono ing busono” artinya harga diri seseorang terletak pada busana yg dikenakan.Tetapi untuk menjelaskan perikop ini, busana yg dimaksud bukan kostum fisik tetapi busana jiwa .Bagamana kita mendadani diri dan hidup kita, bukan kamuflase pada pakaian fisik tetapi pakaian rohani dan kehidupan yang benar, yg membuat kita layak masuk dan diterima dalam kerajaan surga. Maka inspirasi dari sabda hari ini, kita diajak mari terus memantaskan diri di hadapan Tuhan dengan pakaian kehidupan yang benar dihadapan Tuhan dan sesama. Jangan ragu dan jangan galau, jika tidak tampan dan tidak cantik secara fisik, tetapi takutlah jika hatimu tidak memiliki selera rohani untuk hidup selaras dengan kehendak Tuhan.
Contemplating
Marilah kita menghening batin kita untuk mengenali gerak Roh dan kehendak Tuhan dari kedalaman hati.
Actuating
Membiasakan diri hidup dengan kekuatan dari energi yg ditimba dari Allah agar dadanan kehidupan kita makin layak masuk dalam kerajaan surga.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin mendadani diri dengan cara hidup yg benar.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg peka, dalam menjalani hidup ywng benar seturut dengan buah-buah Roh.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
